NUSA TENGGARA BARAT — Pembukaan GIIAS Surabaya 2026 ditandai secara langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza. Ia hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, serta jajaran pengurus Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), termasuk Ketua Umum Putu Juli Ardika dan Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty.
Di tengah dinamika pasar otomotif nasional, pemerintah masih memegang optimisme terhadap daya beli masyarakat. Faisol Riza menyebut pameran ini bukan sekadar ajang transaksi, melainkan indikator kesehatan industri otomotif dalam negeri.
"Bagi pemerintah, GIIAS bukan sekadar pameran atau tempat transaksi, melainkan barometer kesehatan industri nasional serta ruang bertemunya inovasi dan pergerakan ekonomi daerah," ujar Faisol dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pemerintah optimistis target penjualan domestik dapat melampaui angka 850.000 unit pada tahun ini. "Pemerintah tentu akan terus menjadi mitra strategis yang selalu mendengar, membantu, mencarikan solusi atas tantangan yang ada, dan bersama-sama membangun keekonomian nasional," katanya.
Perluasan area pameran dari penyelenggaraan sebelumnya menjadi sinyal bahwa pasar otomotif Jawa Timur masih menarik bagi pabrikan. Grand City Convex dipilih sebagai lokasi untuk mengakomodasi kebutuhan lahan yang lebih besar bagi 37 peserta pameran.
Kehadiran merek-merek kendaraan roda dua maupun roda empat diharapkan mampu menggerakkan sektor pendukung lain, seperti jasa keuangan, asuransi, hingga aksesori. GAIKINDO menilai animo pameran di luar Pulau Jawa terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi regional.
Bagi konsumen yang hendak membandingkan produk secara langsung, pameran ini menjadi kesempatan untuk melihat lini terbaru dari berbagai pabrikan dalam satu lokasi. GIIAS Surabaya 2026 akan berlangsung selama beberapa hari ke depan di Grand City Convex.