LOMBOK TENGAH — Kepedulian terhadap korban kebakaran Desa Adat Sade terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Liliana, warga negara Australia yang telah menetap hampir dua tahun di sekitar kawasan Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Liliana datang membawa bantuan berupa air minum, beras, telur, kopi, minyak goreng, hingga makanan ringan untuk anak-anak. Ia juga menyertakan perlengkapan mandi seperti sikat gigi, pasta gigi, dan deodoran untuk memenuhi kebutuhan warga selama berada di pengungsian.
Keputusan Liliana membantu warga terdampak bukan tanpa alasan. Ia mengaku sudah menganggap masyarakat sekitar sebagai bagian dari keluarganya sendiri selama tinggal di daerah tersebut.
"Karena saya sudah lama di sini dan saya peduli saudara saya," kata Liliana kepada NTBSatu, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, membantu warga yang sedang menghadapi musibah merupakan hal sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. "Ini setidaknya hal kecil yang bisa kita lakukan untuk orang-orang di sini," ujarnya.
Liliana mengaku sedih melihat musibah yang melanda Desa Adat Sade. Ia berharap proses pemulihan bisa berjalan cepat sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.
"Kami berdoa agar semuanya bisa segera diperbaiki untuk kalian dan berharap tempat ini bisa kembali melayani kalian semua dengan baik," katanya.
Baginya, kepedulian terhadap warga Sade tidak dibatasi oleh status sebagai warga lokal maupun pendatang. Ia melihat masyarakat sekitar sebagai tetangga yang layak mendapat dukungan ketika menghadapi musibah. "Kami harus saling membantu," tegasnya.
Kehadiran Liliana menambah daftar panjang solidaritas untuk korban kebakaran Sade. Bantuan dari masyarakat, relawan, pemerintah, hingga warga asing terus berdatangan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan.