LOMBOK TENGAH — Puluhan warga Desa Adat Sade yang rumahnya ludes dilalap api kini mulai menerima pasokan air bersih dan sembako. Bantuan itu datang dari Bank NTB Syariah melalui unit terdekat, yakni Kantor Cabang (KC) Praya dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pujut, agar distribusi berjalan cepat ke lokasi pengungsian.
Musibah kebakaran yang melanda kawasan cagar budaya tersebut memutus akses warga terhadap kebutuhan pokok. Air bersih menjadi kebutuhan mendesak, tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi di tengah masa tanggap darurat.
Manajemen Sampaikan Duka Cita
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Desa Adat Sade. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
"Kami atas nama manajemen dan seluruh insan Bank NTB Syariah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade. Bantuan air bersih dan sembako ini disalurkan untuk meringankan beban kebutuhan pokok warga terdampak," kata Nazaruddin melalui siaran pers, Senin (23/8/2026).
Sinergi dengan Pemkab Lombok Tengah
Penyaluran bantuan tidak berhenti pada pengiriman logistik. Nazaruddin menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan tokoh masyarakat setempat untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
"Penyaluran bantuan ini dijalankan melalui koordinasi KC Praya dan KCP Pujut sebagai unit terdekat. Kami terus bersinergi dengan pemda dan tokoh masyarakat agar penanganan darurat serta pemulihan kawasan Sade berlangsung baik," jelasnya.
Koordinasi ini dinilai penting karena Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang dilindungi. Proses pemulihan tidak hanya menyangkut tempat tinggal warga, tetapi juga kelestarian kawasan cagar budaya yang menjadi ikon pariwisata Lombok Tengah.
Dukungan Lanjutan Selama Pemulihan
Bank NTB Syariah membuka peluang untuk memberikan dukungan lanjutan selama proses pemulihan kawasan berlangsung. Bantuan tahap awal yang sudah disalurkan difokuskan pada kebutuhan harian warga yang mengungsi, terutama untuk konsumsi dan sanitasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan warga terdampak masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya.