Ekspedisi Kapal Riset BRIN 2026-2028: Jelajahi Megathrust hingga Gunung Bawah Laut

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 09:48:31 WIB
Kapal riset BRIN bersiap berlayar untuk mengeksplorasi kawasan megathrust dan gunung bawah laut di perairan Indonesia.

NUSA TENGGARA BARAT — Wilayah laut Indonesia menyimpan banyak area yang belum terpetakan secara detail. BRIN merespons tantangan ini dengan menyiapkan armada kapal riset untuk mengeksplorasi kawasan strategis, termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar kebijakan dan penelitian lanjutan.

Fokus Riset: Dari Stok Ikan hingga Struktur Bawah Laut

Program ini tidak hanya berorientasi pada kebencanaan. Ada empat tema utama yang dibuka pada 2026: geosains kelautan, biodiversitas dan perikanan, oseanografi, serta hidrografi.

Penelitian mencakup kajian stok ikan untuk memperkuat fish stock assessment di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Selain itu, tim juga akan memetakan laut dan meneliti struktur geologi bawah laut untuk memahami potensi sumber daya.

Wilayah Ekspedisi dan Armada Kapal yang Digunakan

Ada sejumlah titik yang menjadi prioritas. Kawasan Flores Thrust dan kompleks gunung bawah laut masuk daftar utama, begitu juga zona subduksi atau megathrust serta zona tumbukan di Indonesia bagian timur.

Untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut, BRIN menyiapkan tiga kapal riset. KR Baruna Jaya III akan bertugas di Bali, Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, dan Sumba untuk penelitian hidrografi dan geosains. Sementara itu, KRI Canopus 936 difokuskan pada biodiversitas dan hidro-oseanografi di Natuna dan Selat Malaka. KN Madidihang 03 juga disiagakan sesuai kebutuhan penelitian.

Kesempatan bagi Akademisi dan Peneliti Muda

Ketua Tim Tata Kelola Ekspedisi Kapal Riset BRIN, Adi Slamet Riyadi, menegaskan bahwa program ini memberikan akses inklusif bagi kalangan akademisi.

"Melalui platform ini, BRIN memfasilitasi akses inklusif bagi peneliti, dosen, hingga mahasiswa untuk melakukan akuisisi data lapangan, kontrol kualitas, analisis, serta publikasi pada jurnal bereputasi," jelas Adi dalam keterangan tertulis.

Peserta tidak hanya mendapat pendanaan, tetapi juga kesempatan menggunakan kapal riset untuk pengambilan data langsung di lapangan. Hasilnya diharapkan mampu membangun kolaborasi dan menghasilkan publikasi ilmiah.

Data untuk Kebijakan Nasional

Ekspedisi ini dirancang untuk menghasilkan data primer dari lapangan. Informasi tersebut penting untuk memahami perubahan lingkungan laut, potensi sumber daya, dan risiko kebencanaan di berbagai wilayah perairan Indonesia.

"Yang kita harapkan bukan hanya ekspedisinya, tetapi bagaimana data yang diperoleh bisa menjadi basis untuk penelitian berikutnya dan memberikan kontribusi bagi kebutuhan nasional," kata Adi.

Data yang terkumpul, misalnya mengenai stok ikan, dapat digunakan kementerian dan lembaga dalam merumuskan kebijakan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai skema pendaftaran dan persyaratan teknis, calon peserta dapat memantau kanal resmi BRIN.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top