Pencarian

Teknologi Smelter AMMAN di Sumbawa Barat Ubah Sulfur Dioksida Jadi Asam Sulfat, Begini Cara Kerjanya

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:25:01 WIB
Teknologi Smelter AMMAN di Sumbawa Barat Ubah Sulfur Dioksida Jadi Asam Sulfat, Begini Cara Kerjanya
Fasilitas pengolahan tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara di Sumbawa Barat mengubah sulfur dioksida menjadi asam sulfat melalui teknologi double-flash smelting.

SUMBAMAWA BARAT — Di balik dinding baja yang bertemperatur ekstrem, fasilitas pengolahan tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menjalankan proses yang menentukan masa depan ekologis kawasan industri di Kabupaten Sumbawa Barat. Gas buang berbahaya tidak lagi menjadi beban pencemar, melainkan disulap menjadi komoditas industri yang bernilai jual tinggi.

Melalui teknologi double-flash smelting yang ditopang dua tahap utama, konsentrat tembaga dilebur pada suhu 1.270 derajat Celsius menggunakan injeksi oksigen dan gas alam. Material cair kemudian dialirkan ke flash converting furnace bersuhu 1.240 derajat Celsius untuk menghasilkan tembaga blister.

Desain proses ini memanfaatkan panas eksotermik dari reaksi oksidasi internal, sehingga konsumsi energi eksternal bisa ditekan signifikan.

Gas Beracun Dialihkan ke Pabrik Asam Sulfat

Seluruh kandungan sulfur dalam gas hasil peleburan diarahkan secara tertutup menuju fasilitas pengolahan kimiawi. Sulfur dioksida yang berpotensi memicu hujan asam dan pencemaran udara ditangkap langsung dari alur proses, lalu dikonversi menjadi asam sulfat.

Pendekatan hilirisasi terintegrasi ini memastikan gas beracun tidak lolos ke atmosfer. Isu perlindungan lingkungan bertaut presisi dengan logika efisiensi ekonomi dalam satu arsitektur produksi.

Kapasitas Produksi 222.000 Ton Katoda per Tahun

Fasilitas smelter AMMAN dirancang mengolah hingga 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun. Dari proses tersebut, dihasilkan sekitar 222.000 ton katoda tembaga murni serta hingga 830.000 ton asam sulfat.

Logam mulia sampingan seperti emas, perak, dan selenium juga menjadi produk ikutan yang menambah nilai ekonomi operasional.

Kepercayaan Masyarakat Jadi Ujian Utama

Keberhasilan adopsi teknologi mutakhir tidak berhenti di balik dinding tungku peleburan. Pertanyaan mendasar muncul di luar pagar pabrik: apakah warga yang bermukim di sekitarnya merasa aman dan terlindungi?

Penelusuran jurnalistik mengarah pada alur pematang kebun warga, hiruk-pikuk pasar tradisional, hingga koridor pelayanan puskesmas di kawasan Laut Maluk. Rasa aman menjadi variabel yang menentukan keberlanjutan operasional industri ekstraktif di daerah.

“Teknologi yang kami terapkan di smelter ini tidak hanya menghasilkan tembaga dengan kualitas terbaik, tetapi juga menekan biaya dan mengurangi emisi sulfur dioksida dan karbon dioksida. Ini adalah bukti bahwa inovasi bisa berjalan seiring dengan keberlanjutan,” ujar Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN.

Skema pengendalian emisi di smelter AMMAN tidak diposisikan sebagai langkah penanganan krisis pasca-produksi. Sistem ini terintegrasi sejak awal dalam arsitektur proses, menjadikan pengelolaan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari rantai nilai produksi.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tamborapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks