OpenAI Kembali Tumbuh Lebih Cepat dari Anthropic di Segmen Bisnis AS, Data Ramp Menunjukkan

Penulis: Prayoga Santana  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:29:02 WIB
Pertumbuhan OpenAI melampaui Anthropic pada kuartal ketiga 2025 di segmen bisnis AS, menurut data Ramp.

NUSA TENGGARA BARAT — Persaingan antara OpenAI dan Anthropic di pasar kecerdasan buatan (AI) untuk kalangan bisnis Amerika Serikat memasuki babak baru. Data terbaru dari Ramp, perusahaan penyedia kartu kredit korporat dan manajemen pengeluaran, mengungkapkan bahwa pertumbuhan OpenAI pada kuartal ketiga 2025 kini melampaui rival utamanya tersebut. Namun, secara keseluruhan pangsa pasar Anthropic masih memimpin.

Data Ramp mencakup lebih dari 70.000 perusahaan Amerika yang membelanjakan miliaran dolar melalui produk bill pay dan kartu korporat. Basis pelanggan Ramp memang didominasi industri teknologi, mengingat posisinya sebagai kartu kredit populer di Silicon Valley.

Pangsa Pasar Terbaru: Anthropic Masih di Depan

Menurut ekonom Ramp, Ara Kharazian, pangsa pasar Anthropic di antara pengguna bisnis Ramp mencapai hampir 44 persen pada Juli 2025. Sementara itu, OpenAI berada di posisi kedua dengan pangsa mendekati 40 persen.

Posisi ini berbalik dari Mei 2025, saat Anthropic pertama kali mengambil alih kepemimpinan dengan 41 persen berbanding 39 persen. Sebelumnya, OpenAI sempat menjadi pemimpin pasar yang sulit dikejar, baik di segmen bisnis maupun konsumen.

Pertumbuhan OpenAI yang Perlu Dicermati

Kharazian mencatat bahwa sejak awal kuartal ketiga 2025, OpenAI menunjukkan laju pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Anthropic. Namun, ia mengingatkan bahwa kuartal masih berlangsung dan tren bisa berubah sewaktu-waktu.

"GPT-5.6 Sol sangat bagus, semakin menjadi pilihan para pengembang," tulis Kharazian di akun X-nya, merujuk pada model terbaru OpenAI. Ia juga menyebut bahwa "Fable 5, sementara itu, mengecewakan baik dalam adopsi maupun aplikasi dunia nyata mengingat persyaratan harga dan retensi data yang diberlakukan regulator."

Penilaian tersebut mungkin terlalu sederhana. Fable, model kelas atas milik Anthropic, memang dibanderol mahal namun dirancang untuk kasus penggunaan yang lebih spesifik ketimbang chatbot serba guna. Anthropic sempat memicu protes pengguna ketika mengumumkan kebijakan retensi data selama 30 hari untuk pengguna Fable.

Pasar AI Enterprise yang Belum "Lengket"

Fluktuasi pangsa pasar ini memberi sinyal penting bagi investor kedua perusahaan. Data Ramp menunjukkan bahwa pelanggan bisnis tidak segan berpindah-pindah penyedia layanan AI setiap kali ada model baru yang dirilis. Kondisi ini mempertanyakan seberapa "lengket" pengeluaran AI enterprise sebenarnya.

Ramp tidak merinci angka pengeluaran aktual dalam dolar, hanya menyediakan data persentase. Perlu dicatat, data ini tidak mencakup perusahaan besar yang menggunakan alat manajemen pengeluaran dari penyedia lain seperti American Express.

Meski bersaing ketat, kedua perusahaan sama-sama diuntungkan oleh pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Persentase perusahaan yang membayar untuk layanan AI di antara pelanggan Ramp terus meningkat, melampaui 50 persen pada Maret 2025 dan mencapai hampir 56 persen pada Juli 2025.

Bagi pengguna di Indonesia yang mengikuti perkembangan AI, kondisi ini berarti pilihan model AI untuk kebutuhan bisnis akan semakin beragam dengan harga yang kompetitif. Kedua perusahaan juga diprediksi akan terus merilis model baru yang saling mengejar, memberikan lebih banyak opsi bagi perusahaan lokal yang ingin mengadopsi teknologi AI.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top