Lomba 10K HUT RI di Kilo Dompu: Juara I Hanya Terima 3 Gelas Kaca, Camat Klaim Miskomunikasi

Penulis: Ridho Pratama  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:05:32 WIB
Suasana tegang mewarnai akhir acara lomba lari 10K di Kantor Camat Kilo, Dompu, terkait hadiah juara I yang tidak sesuai janji.

DOMPU — Kemarahan orang tua peserta mewarnai akhir acara lomba lari 10K yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pasalnya, pemenang juara I hanya menerima tiga gelas kaca sebagai hadiah, jauh dari ekspektasi yang dijanjikan sebelumnya.

Insiden ini memicu ketegangan di Kantor Camat Kilo. Orang tua peserta yang kecewa sempat melempar gelas kaca ke arah camat dan panitia, meski tindakan tersebut jelas tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Janji Hadiah Rp 2 Juta Tak Sesuai Realita

Dalam pemberitaan sebelumnya, total hadiah yang dijanjikan untuk lomba lari 10K mencapai Rp 2 juta untuk kategori putra dan putri. Nominal tersebut terbilang besar untuk ukuran lomba tingkat kecamatan dan menjadi daya tarik utama bagi peserta.

Camat Kilo, Rusdi, memberikan klarifikasi resmi terkait persoalan ini. Ia menyebut bahwa dana yang seharusnya dialokasikan untuk hadiah lomba lari ternyata telah digunakan untuk membiayai hadiah lomba lainnya.

“Persoalan ini murni miskomunikasi antara panitia dan bendahara. Dana yang tersedia tidak ditempatkan pada pos yang benar,” ujar Rusdi.

Uang Pribadi Camat Jadi Solusi Cepat

Untuk meredam gejolak dan memenuhi janji kepada para pemenang, Rusdi mengaku telah menggunakan uang pribadinya sebesar Rp 2 juta. Langkah ini diambil agar para atlet tetap menerima hadiah sebagaimana yang telah diumumkan di awal pendaftaran.

Meski persoalan hadiah telah diselesaikan, publik kini menyoroti mekanisme pengelolaan anggaran kegiatan tersebut. Sejumlah pertanyaan mendasar muncul: bagaimana sistem penganggaran hadiah lomba di lingkungan Kecamatan Kilo, siapa yang berwenang menggeser dana antar-kegiatan, dan bagaimana bentuk pertanggungjawaban keuangannya?

Pelajaran Penting bagi Penyelenggara Kegiatan Publik

Peristiwa di Kilo ini menjadi pengingat bahwa konsistensi antara janji dan realita adalah harga mati dalam setiap kegiatan publik. Hadiah bukan sekadar benda fisik, melainkan representasi kepercayaan peserta terhadap kredibilitas panitia dan pemerintah.

Penggunaan dana publik untuk kegiatan kemasyarakatan menuntut perencanaan yang matang dan transparansi yang jelas. Jika tidak, konflik kecil seperti lemparan gelas kaca bisa menjadi simbol besarnya kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan kegiatan yang melibatkan fasilitas dan dana pemerintah.

Pemerintah kecamatan berkewajiban memastikan setiap agenda di bawah tanggung jawabnya berjalan tertib. Yang dipertaruhkan bukan hanya hadiah bagi seorang juara, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara kegiatan publik di Kabupaten Dompu.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: dompubicara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top