NUSA TENGGARA BARAT — Episode perdana Lanterns yang tayang malam ini langsung memicu perbincangan di kalangan penggemar. Kejutan di akhir episode menjadi titik balik yang menentukan arah keseluruhan musim, sekaligus menegaskan bahwa serial ini tidak akan mengikuti pola adaptasi superhero pada umumnya.
Lanterns mengisahkan Hal Jordan, Green Lantern generasi pertama, yang bertemu dengan John Stewart (Aaron Pierre), calon penggantinya sebagai penjaga Bumi. Keduanya dipertemukan dalam sebuah investigasi misterius di kota kecil Rushville, Nebraska, menyusul insiden penembakan di sebuah pertandingan sepak bola sekolah menengah atas.
Sejak awal episode, penonton sudah diberi petunjuk tentang nasib Jordan melalui kemunculannya sebagai "back-up" digital untuk Stewart. Hal ini menjadi kunci untuk memahami kejutan di akhir episode.
Keraguan Jordan terhadap ketangguhan Stewart langsung terjawab ketika keduanya mengalami kecelakaan mobil. Stewart, yang baru saja menerima cincin kekuatan, berhasil menggunakan kemampuannya untuk melindungi mereka berdua dari kecelakaan di tebing.
Kejadian ini membuka mata Sherif setempat, Kerry (Kelly Macdonald), akan keberadaan alien di wilayahnya. Hal ini terungkap setelah Jordan memprovokasi sesosok makhluk asing yang akhirnya meledakkan diri di dalam sel tahanan.
Keduanya juga bertemu dengan William Macon (Garrett Dillahunt), seorang raja peternakan berpengaruh yang merupakan ayah mertua Kerry. Situasi menjadi rumit karena Stewart ternyata memiliki hubungan dengan istri Macon, memunculkan pertanyaan apakah Macon akan menjadi sekutu atau musuh di kemudian hari.
Dalam wawancara khusus, ketiga kreator membahas tantangan mengadaptasi Green Lantern yang telah lama menjadi incaran para penulis skenario. Mereka juga menyinggung film tahun 2011 yang dibintangi Ryan Reynolds, yang gagal di box office dengan pendapatan global USD 237,2 juta dari biaya produksi USD 200 juta.
Mereka menjelaskan daya tarik dan kesulitan menghadirkan karakter ini ke layar. Dengan keterlibatan Chris Mundy, serial ini dikembangkan dengan nuansa True Detective yang lebih membumi, memadukan investigasi kriminal dengan elemen fiksi ilmiah antargalaksi.
Kejutan di akhir episode pertama ini menjadi fondasi yang kuat untuk konflik-konflik berikutnya. Meskipun belum ada adegan di luar angkasa atau kemunculan karakter ikonik seperti Sinestro dan Guy Gardner (Nathan Fillion), jalan cerita yang telah dibangun menjanjikan eksplorasi yang lebih dalam tentang warisan dan tanggung jawab seorang Green Lantern.
Serial ini menjadi bagian penting dari fase baru DC yang digarap James Gunn dan Peter Safran, dengan pendekatan yang lebih segar dan realistis terhadap dunia pahlawan super.