PLN Pulihkan 11 Gardu Induk Usai Gempa NTT, Daya Mampu Pasok Capai 111 MW

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:47:31 WIB
Petugas PLN memeriksa peralatan gardu induk pasca-gempa di Flores, NTT.

NUSA TENGGARA BARAT — Gempa dahsyat yang mengguncang Flores tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga melumpuhkan jaringan kelistrikan di sejumlah kabupaten. Namun, respons cepat dilakukan PT PLN (Persero). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, bahkan terjun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pemulihan infrastruktur vital ini berjalan optimal.

Dalam kurang dari 12 jam pasca-gempa, seluruh gardu induk yang sempat terhenti operasinya telah menyala kembali. Kondisi ini menjadi fondasi utama untuk mempercepat penyaluran listrik ke jaringan distribusi hingga ke rumah-rumah pelanggan di berbagai wilayah Flores.

Pasokan Listrik Lebih dari Cukup untuk Kebutuhan Warga

Darmawan menjelaskan, dari sisi pembangkitan, kondisi sistem kelistrikan Flores saat ini sangat siap. "Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW. Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).

Surplus daya sebesar ini memberikan ruang gerak yang lebar bagi PLN untuk memulihkan jaringan distribusi tanpa khawatir terjadi pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan. Fokus utama kini diarahkan pada perbaikan jaringan distribusi yang masih terganggu.

Fokus Perbaikan Jaringan Distribusi dan Wilayah Terparah

Meski pasokan utama aman, Darmawan mengakui masih ada satu penyulang atau jaringan listrik dari gardu induk menuju pelanggan yang mengalami gangguan akibat gempa dan longsor. Sejumlah tiang listrik roboh dan patah membutuhkan perbaikan serta penggantian.

"Seluruh kekuatan dan personel kami kerahkan secara all-out untuk memperbaiki dan mengganti tiang-tiang yang rusak. Kami berharap penyulang yang masih mengalami gangguan dapat segera dipulihkan hari ini, sepanjang kondisi kebencanaan memungkinkan," kata Darmawan.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menambahkan bahwa dua wilayah terdampak paling berat adalah Kabupaten Nagekeo dan Reo. PLN memetakan secara detail titik-titik kerusakan di kedua daerah tersebut dan mengerahkan personel, material, serta peralatan secara masif.

"Apabila diperlukan, dukungan tambahan akan segera dimobilisasi dari wilayah lain untuk mempercepat pemulihan jaringan dan memastikan pelanggan di wilayah terdampak dapat kembali mendapatkan pasokan listrik," jelas Eko.

Prioritas Utama: Fasilitas Publik dan Keselamatan Petugas

Di tengah upaya percepatan, PLN menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pasokan listrik bagi fasilitas publik dan vital. Rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, hingga tempat pengungsian warga menjadi prioritas utama karena keandalan listrik sangat dibutuhkan untuk mendukung penanganan korban gempa.

Eko menegaskan, seluruh proses pemulihan akan terus dikawal langsung hingga semua pelanggan menyala kembali. Namun, di tengah kondisi gempa susulan yang masih terjadi, keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.

"Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap memastikan setiap langkah di lapangan dilakukan dengan aman. PLN akan terus berada di lapangan dan bekerja bersama seluruh pihak hingga kondisi kelistrikan kembali normal," pungkas Eko.

PLN juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang bersinergi mendukung upaya pemulihan di lapangan. Kolaborasi ini dinilai krusial dalam menghadapi tantangan medan dan mempercepat proses normalisasi listrik di wilayah terdampak bencana.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top