Pencarian

Lombok Barat Integrasikan Makan Bergizi Gratis demi Tekan Stunting

Rabu, 06 Mei 2026 • 11:44:01 WIB
Lombok Barat Integrasikan Makan Bergizi Gratis demi Tekan Stunting
Pemkab Lombok Barat integrasikan Makan Bergizi Gratis untuk percepat penurunan stunting.

Pemkab Lombok Barat resmi mengawinkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan agenda percepatan penurunan stunting. Inisiatif ini membidik kelompok "3B" yang mencakup Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita non-PAUD usia 6-59 bulan.

Ketua Satgas MBG Lombok Barat, H. Saepul Ahkam, menegaskan integrasi ini menjamin intervensi gizi mendarat tepat sasaran. Sejak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi, kelompok 3B menempati prioritas teratas dalam rantai distribusi makanan sehat.

“Dalam program MBG ini, kita sifatnya integrasi untuk penanganan keseluruhan, termasuk hajat kita saat ini dalam penanganan stunting,” ujar Ahkam, Selasa (5/5/2026).

Standar Gizi dan Penyesuaian Menu

Pemkab Lobar menjamin setiap paket makanan telah lolos standar ketercukupan gizi yang ketat. Ahkam meminta komposisi menu tetap fleksibel agar selaras dengan kebutuhan spesifik medis tiap kelompok sasaran.

Strategi ini bertujuan agar program nasional tersebut membuahkan dampak medis nyata terhadap penurunan angka stunting di daerah. Tim di lapangan memantau berkala guna menjaga kualitas konsumsi warga tetap berada pada level optimal.

Tantangan Distribusi Wilayah Terpencil

Meski menyentuh puluhan ribu jiwa, distribusi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) masih menemui ganjalan. Medan geografis yang ekstrem menghambat SPPG menjangkau seluruh warga secara merata.

Data mencatat lebih dari 1.000 warga di kawasan pelosok belum terlayani program MBG secara maksimal. Pola distribusi konvensional terbukti sulit menembus titik-titik dengan aksesibilitas rendah tersebut.

Transformasi Pendekatan di Pelosok

Pemkab Lombok Barat kini mendorong perombakan pola penyaluran gizi demi mengikis kesenjangan layanan. Ahkam menginstruksikan SPPG agar meninggalkan metode kaku saat menyisir wilayah yang sulit dijangkau.

“Perluasan sasaran SPPG ke daerah 3T harus mengubah pola pendekatan konvensional,” tegas Ahkam. Ia menambahkan, metode distribusi untuk wilayah pelosok tidak boleh disamakan dengan wilayah yang mudah diakses.

Perubahan taktik ini diharapkan mampu menyapu sisa populasi yang selama ini terisolasi. Integrasi program pusat dan daerah menjadi kunci utama untuk membersihkan angka stunting di Lombok Barat secara total.

Bagikan
Sumber: suarantb.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks