MATARAM — Universitas Hamzanwadi mengamankan posisi peringkat 851-900 tingkat Asia, sementara Unram menduduki peringkat 951-1.000. Keduanya menjadi satu-satunya wakil Nusa Tenggara Barat dalam daftar yang dirilis lembaga pemeringkatan QS tersebut.
Kampus swasta asal Pancor, Lombok Timur, itu menempati urutan kesembilan untuk kategori kampus luar Pulau Jawa. Adapun Unram, perguruan tinggi negeri di Kota Mataram, berada di posisi kesepuluh.
Hamzanwadi Satu-satunya Kampus Swasta NTB di Pemeringkatan
Posisi Universitas Hamzanwadi menjadikannya perguruan tinggi swasta satu-satunya dari NTB yang masuk daftar QS Asia tahun ini. Pengelola kampus menyatakan terus meningkatkan mutu pembelajaran serta kualitas publikasi ilmiah.
Unram melengkapi keterwakilan NTB lewat jalur perguruan tinggi negeri. Dua kampus ini memperkuat daftar perguruan tinggi unggulan dari wilayah timur Indonesia.
Universitas Hasanuddin Pimpin Kampus Luar Jawa di Peringkat 187 Asia
Di antara 33 institusi luar Jawa yang masuk pemeringkatan, Universitas Hasanuddin menempati posisi teratas pada peringkat 187 Asia. Posisi Hamzanwadi dan Unram berada jauh di bawahnya, namun tetap tercatat dalam jajaran kampus Asia yang dinilai QS.
Sebanyak 116 perguruan tinggi asal Indonesia masuk dalam daftar QS Asia University Rankings tahun ini. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu kontributor besar kampus di kawasan.
11 Indikator Penilaian, Reputasi Akademik Bobot Terbesar 30 Persen
QS menilai performa setiap kampus berdasarkan 11 indikator utama. Reputasi akademik institusi memegang bobot terbesar, yakni 30 persen.
Reputasi lulusan di dunia kerja menyumbang 20 persen. Kriteria riset dan kualitas pengajaran juga memegang peranan penting dalam penilaian.
Komponen lain mencakup rasio dosen dan mahasiswa sebesar 10 persen, jumlah sitasi karya ilmiah per fakultas 10 persen, serta jaringan riset internasional 10 persen.
Proporsi dosen bergelar doktor dan produktivitas publikasi ilmiah per fakultas masing-masing berbobot 5 persen. Sementara rasio dosen internasional, rasio mahasiswa internasional, program pertukaran mahasiswa inbound, dan program pertukaran mahasiswa outbound masing-masing menyumbang 2,5 persen.
Indikator Mutu Pendidikan Daerah
Keberhasilan kedua kampus NTB ini menjadi indikator perkembangan mutu pendidikan daerah. Capaian tersebut turut mendorong peningkatan daya saing sumber daya manusia di tingkat internasional.
Bagi warga NTB, masuknya dua kampus lokal ke pemeringkatan Asia memberi pilihan pendidikan tinggi yang diakui secara regional tanpa harus merantau ke Jawa. Sebelumnya, keterwakilan kampus luar Jawa dalam daftar QS masih didominasi institusi besar dari Sulawesi dan Sumatera.