Pencarian

BMKG Catat Kekeringan Meteorologis NTB Mulai Berkurang, Dua Kecamatan di Bima Masih Berstatus Siaga dan Awas

Senin, 02 November 2026 • 11:16:01 WIB
BMKG Catat Kekeringan Meteorologis NTB Mulai Berkurang, Dua Kecamatan di Bima Masih Berstatus Siaga dan Awas
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB menyampaikan status kekeringan meteorologis di Kecamatan Lambu dan Sape, Kabupaten Bima.

MATARAM — Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Nindya Kirana, menyebut Kecamatan Lambu masih berada pada level siaga, sementara Kecamatan Sape berstatus awas. Kedua wilayah di Kabupaten Bima itu menjadi satu-satunya daerah yang belum lepas dari kekeringan meteorologis.

Berkurangnya wilayah terdampak tidak lepas dari hujan lokal yang mulai turun di sejumlah daerah sejak akhir Oktober. Hujan itu dipengaruhi dinamika atmosfer dan menjadi salah satu tanda peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan.

Status Kekeringan di Dua Kecamatan Bima

“Kekeringan meteorologis level siaga ada di Kecamatan Lambu, sedangkan status awas terletak di Kecamatan Sape,” ujar Nindya, dikutip dari Antara, Minggu (1/11/2026).

Status awas menandakan wilayah tersebut mengalami kekeringan paling parah dalam klasifikasi BMKG. Adapun siaga berada satu tingkat di bawahnya, yang berarti dampak kekeringan sudah mulai dirasakan warga dan lahan pertanian.

Curah Hujan Masih Rendah pada Dasarian III Oktober

Pada Dasarian III Oktober 2026 atau periode 21-31 Oktober, sebagian besar wilayah NTB tercatat hanya menerima curah hujan sekitar 0-10 milimeter per dasarian. Sebagian kecil wilayah lainnya mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 51-150 milimeter per dasarian.

Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Kotaraja, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, dengan total 104 milimeter selama periode tersebut. Angka itu jauh di atas rata-rata wilayah lain di NTB.

Peluang Hujan di Atas 20 Milimeter Capai 90 Persen di Awal November

Memasuki Dasarian I November 2026 atau periode 1-10 November, BMKG memprakirakan peluang hujan dengan intensitas lebih dari 20 milimeter per dasarian mencapai lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah Pulau Lombok. Peluang serupa juga berlaku di Kabupaten Sumbawa Barat dan sebagian wilayah Kabupaten Sumbawa.

Peluang hujan lebih dari 50 milimeter per dasarian dengan probabilitas 50 persen hingga lebih dari 90 persen diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah. Daerah tersebut meliputi Mataram, Narmada, Lingsar, Gunungsari, Kediri, Pringgarata, Mantang, Batukliang Utara, Kopang, dan Jonggat.

Prakiraan itu menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan pada awal November. Bagi warga Bima yang masih dilanda kekeringan, informasi ini menjadi sinyal awal perbaikan kondisi meski belum tentu merata.

Warga Diminta Pantau Kanal Resmi BMKG

BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi @InfoBMKG atau situs bmkg.go.id. Peringatan dini status kekeringan di Lambu dan Sape masih berlaku hingga curah hujan di kedua kecamatan itu benar-benar meningkat.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kompas.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks