Pencarian

Pertamina Tahan Harga BBM Nonsubsidi November 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa, 03 November 2026 • 08:49:01 WIB
Pertamina Tahan Harga BBM Nonsubsidi November 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Pertamina Patra Niaga memutuskan menahan harga BBM nonsubsidi per November 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Pertamina Patra Niaga memutuskan tidak menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per November 2026, sehingga Pertamax Turbo tetap Rp19.600 per liter di wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta. Keputusan menahan harga diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat di tengah pelemahan daya beli. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh produk nonsubsidi, dari Pertamax hingga Pertamina Dex.

Paragraf pembuka: Keputusan menahan harga disampaikan VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora melalui keterangan resmi. Menurut dia, perseroan tidak serta-merta menaikkan harga setiap kali ada pergerakan harga minyak dunia. Ada pertimbangan lain yang dimasukkan ke dalam hitungan, terutama dampaknya terhadap konsumen.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).

Harga Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95

Merujuk patokan harga yang berlaku per 2 September 2026, Pertamax Turbo untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen dijual Rp19.600 per liter. Angka itu naik dari posisi sebelumnya Rp18.300 per liter.

Produk Pertamax Green 95 menyusul di Rp19.150 per liter, dari sebelumnya Rp16.600 per liter. Kenaikan dua produk ini tercatat paling tajam dibanding jenis BBM nonsubsidi lain dalam periode pembanding tersebut.

Dexlite dan Pertamina Dex Ikut Naik

Di segmen diesel, Dexlite dipatok Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter. Pertamina Dex melesat ke Rp25.200 per liter, naik dari Rp21.150 per liter.

Wilayah dengan PBBKB 5 persen mencakup DKI Jakarta dan sekitarnya. Provinsi dengan tarif PBBKB lebih tinggi otomatis membayar harga lebih mahal karena komponen pajak daerah ikut masuk ke struktur harga jual.

Mengapa Harga Ditahan

Pertamina menyebut penyesuaian harga nonsubsidi tidak semata mengikuti formula harga minyak. Perseroan mempertimbangkan daya beli rumah tangga, biaya logistik distribusi ke daerah terpencil, serta stabilitas pasokan di lapangan.

Langkah menahan harga juga menjaga jarak harga dengan BBM bersubsidi agar tidak memicu lonjakan konsumsi Pertalite di luar kuota yang ditetapkan pemerintah. Selisih harga yang terlalu lebar kerap mendorong peralihan konsumen dari nonsubsidi ke subsidi.

Dampak ke Konsumen dan Pelaku Usaha

Bagi pemilik kendaraan pribadi pengguna Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95, harga yang tidak berubah berarti biaya operasional bulanan tetap. Begitu pula bagi angkutan barang dan logistik yang memakai Dexlite maupun Pertamina Dex.

Namun konsumen perlu mencermati bahwa patokan resmi terakhir yang dipublikasikan adalah harga per 2 September 2026. Artinya, daftar harga yang beredar per 3 November 2026 masih mengacu pada struktur harga periode tersebut, bukan angka baru hasil penyesuaian November.

Pertamina juga menegaskan penyesuaian harga, bila dilakukan, akan mempertimbangkan kondisi masyarakat luas, bukan hanya pergerakan harga minyak mentah global. Pernyataan itu sekaligus menepis spekulasi soal kenaikan harga nonsubsidi di awal November.

Bagi investor, kebijakan menahan harga mencerminkan upaya menjaga volume penjualan di tengah persaingan dengan operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo yang juga menjual BBM nonsubsidi. Margin bisa tertekan, tetapi pangsa pasar lebih terjaga. Keputusan berikutnya akan bergantung pada pergerakan harga minyak dan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan ke depan.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks