NUSA TENGGARA BARAT — PT PLN (Persero) menyediakan 145 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 116 lokasi di Sumatera Utara hingga 31 Oktober 2026. Penambahan infrastruktur ini menjawab kekhawatiran pengguna mobil listrik soal sulitnya menemukan tempat pengisian daya saat perjalanan jauh. Bagi pelanggan, PLN juga menyiapkan fitur Trip Planner dan AntreEV di aplikasi PLN Mobile untuk merencanakan rute dan memantau antrean pengisian daya.
Medan, Sumatera Utara — Kekhawatiran itu disampaikan Rudy, pengguna mobil listrik yang sudah tujuh bulan beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil. Saat berbincang dengan Komisaris Independen PLN Ali Masykur Musa di lounge SPKLU Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Sabtu (31/10), Rudy mengaku nyaman dan hemat menggunakan EV. Namun satu hal masih mengganggunya: ketersediaan tempat mengecas di lokasi tujuan.
"Kalau perjalanan jauh, yang saya takutkan itu apakah di tempat tujuan nanti ada SPKLU atau tidak. Takutnya sampai di sana tidak ada tempat mengecas," ujar Rudy dalam perbincangan tersebut.
Ali Masykur datang ke Medan untuk meninjau fasilitas SPKLU PLN UID Sumatera Utara. Selain memastikan kesiapan infrastruktur, ia menyempatkan diri mendengarkan pengalaman dan aspirasi pelanggan yang telah beralih ke kendaraan listrik.
Alasan Rudy Beralih ke Mobil Listrik
Rudy mengaku keputusannya menggunakan EV berangkat dari kesadaran sendiri. Ia menghitung biaya operasional yang lebih hemat dibanding kendaraan konvensional, lalu memutuskan beralih.
"Pakai EV dari kesadaran sendiri, saya lihat dan hitung lebih hemat. Jadi saya beralih ke mobil listrik. Ternyata setelah digunakan, lebih nyaman, enak, dan lebih efisien," tuturnya.
Pengalaman Rudy menunjukkan bahwa kenyamanan berkendara listrik bergantung pada kemudahan akses pengisian daya. Ketersediaan infrastruktur dan informasi lokasi SPKLU menjadi faktor penentu rasa aman masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Sebaran SPKLU di Sumatera Utara
General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad menyatakan pihaknya terus memperluas infrastruktur pengisian daya. Hingga 31 Oktober 2026, sebanyak 145 unit SPKLU telah tersedia di 116 lokasi di Sumatera Utara.
"Kami memahami bahwa salah satu kekhawatiran pengguna kendaraan listrik adalah ketersediaan tempat pengisian daya, terutama ketika melakukan perjalanan jauh. Karena itu, PLN terus memperluas infrastruktur SPKLU agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pengisian daya," ujar Rizky.
Selain menambah unit, PLN menyiapkan kemudahan lewat aplikasi PLN Mobile. Fitur Trip Planner membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh, kebutuhan pengisian daya, dan lokasi SPKLU di sepanjang rute.
Ada pula fitur AntreEV yang memungkinkan pelanggan memantau kondisi antrean pengisian daya secara real time dan mengakses layanan antrean digital pada SPKLU yang mendukung fitur tersebut. Fitur ini dirancang mengurangi ketidakpastian waktu tunggu saat mengecas.
"Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang perjalanan sekaligus memanfaatkan berbagai fitur pendukung pengisian daya. Kami ingin memastikan pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur dan kualitas pelayanan," tambah Rizky.
Pesan Komisaris untuk PLN
Ali Masykur Musa menegaskan pengalaman dan masukan pelanggan seperti yang disampaikan Rudy menjadi perhatian penting bagi PLN. Menurutnya, pertumbuhan kendaraan listrik harus diimbangi kesiapan infrastruktur pengisian daya dan peningkatan kualitas pelayanan yang mengutamakan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan pengguna.
"Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah yang utama. PLN harus terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin nyaman dan tidak ragu menggunakan kendaraan listrik. Pertumbuhan kendaraan listrik juga harus terus diperhatikan agar pengembangan SPKLU dapat berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat," ujar Ali Masykur.
Ia menambahkan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik menjadi bagian penting dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus mendorong penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Bagi PLN, penambahan 145 unit SPKLU di Sumatera Utara menjadi ujian nyata antara pertumbuhan kendaraan listrik dan kesiapan infrastruktur di daerah. Tanpa jaringan pengisian daya yang merata hingga ke lokasi tujuan, kepercayaan calon pengguna EV untuk melakukan perjalanan jauh masih akan tertahan.