NUSA TENGGARA BARAT — Huawei menyiapkan sub-brand baru bernama Xingmang yang dikabarkan akan meluncurkan hape layar lebar 6,39 inci pada November 2026. Perangkat perdana ini disebut memakai chipset keluarga Kirin 9000 dengan opsi RAM hingga 16 GB dan storage 1 TB, berdasarkan bocoran tipster Digital Chat Station. Langkah ini menandai upaya Huawei membangun lini produk baru di luar seri utama mereka.
Bocoran terbaru menyebut perangkat pertama dari Xingmang mengusung layar 6,39 inci dalam format candybar yang melebar menyamping, bukan model lipat. Informasi ini belum disertai detail soal jenis panel, resolusi, maupun refresh rate yang akan dipakai.
Kemunculan hape layar lebar sendiri sedang ramai di pasar global lewat Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo. Keduanya masuk kategori hape lipat, sehingga pendekatan Xingmang dengan bodi non-lipat menjadi pembeda tersendiri.
Spesifikasi yang Beredar: Kirin 9000 dan Memori Besar
Menurut tipster Digital Chat Station yang dirangkum GSMArena (29/10/2026), varian tertinggi Xingmang disebut menawarkan RAM hingga 16 GB dan storage 1 TB. Dapur pacunya dikabarkan berasal dari keluarga SoC Kirin 9000.
Konfigurasi tersebut belum final. Belum ada konfirmasi apakah Huawei akan mempertahankan spesifikasi ini sampai perangkat resmi dirilis.
Target Pasar Masih Simpang Siur
Informasi soal posisi Xingmang di pasar justru berbeda-beda. Bocoran sebelumnya menyebut sub-brand ini menyasar segmen menengah dengan chipset Kirin 8, HarmonyOS, dan teknologi kamera XMAGE milik Huawei.
Bocoran teranyar yang menyebut Kirin 9000 justru mengarah ke kelas spesifikasi lebih tinggi. Belum jelas apakah Huawei mengubah strategi produk atau informasi itu merujuk pada varian berbeda dalam lini yang sama.
Jadwal Rilis dan Nama Global
Digital Chat Station memperkirakan hape layar lebar Xingmang meluncur pada November 2026. Huawei sendiri belum mengeluarkan pengumuman resmi soal sub-brand maupun perangkatnya.
Nama Starlight yang dipakai media internasional juga belum tentu menjadi nama resmi di pasar global. Xingmang merupakan nama berbahasa Mandarin, dan belum ada kepastian apakah Huawei akan memakai merek berbeda di luar China.
Harga, konfigurasi kamera, kapasitas baterai, dan ketersediaan perangkat masih belum diketahui. Bagi pelaku bisnis digital dan investor, sinyal ini layak dicermati sebagai indikasi arah ekspansi Huawei di segmen smartphone layar lebar.