LOMBOK UTARA — Rapat koordinasi progres pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara, Jumat (8/5/2026), membahas kesiapan fisik gedung, rekrutmen siswa, hingga tenaga pendidik. Mori Hanafi, legislator Fraksi Partai NasDem, menegaskan program ini bukan sekadar proyek infrastruktur.
Target Beroperasi Tahun Ajaran 2026/2027
Pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat mulai beroperasi bertahap pada tahun ajaran 2026/2027. NTB menjadi salah satu daerah prioritas. Mori mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Lombok Utara mempercepat penyelesaian pembangunan.
Syarat Utama: Data Calon Siswa dari Keluarga Miskin Ekstrem
Mori menekankan pentingnya data calon siswa yang akurat agar program tepat sasaran. “Kita harus pastikan dari gedung, kurikulum, sampai guru dan pengasuh asramanya siap,” ujarnya. Ia meminta seluruh stakeholder menyiapkan data anak dari keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem sebagai prioritas utama.
Menurut Mori, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama gratis yang memberikan pendidikan berkualitas dan berkarakter. “Ini tentang harapan baru bagi anak-anak kita dari keluarga kurang mampu untuk mendapat pendidikan berkualitas, berasrama, gratis, dan berkarakter,” tegasnya.
Pembangunan Fisik dan Sarana Prasarana Jadi Fokus
Rapat koordinasi juga membahas kesiapan pembangunan fisik sekolah, sarana prasarana penunjang, serta kualitas pengasuhan di asrama. Mori mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari gedung megah, melainkan dari kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan yang diterima siswa.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu janji kampanye Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan setara bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Lombok Utara dipilih sebagai salah satu lokasi percontohan karena tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut.