TUBAN — Presiden Prabowo Subianto menyebut tidak ada satu pun negara di dunia yang mampu bertahan tanpa sistem produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan. Pernyataan ini disampaikan di hadapan petani dan jajaran Polri dalam acara Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, sekaligus peresmian 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tuban.
“Aman, tertib, dan lancarnya suatu negara sangat ditentukan oleh pangan,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Logistik Pangan Penentu Operasi Militer
Prabowo mengungkapkan kedekatannya dengan petani lahir dari pengalaman lapangan sebagai komandan tempur. Menurut dia, sebelum berangkat operasi, hal pertama yang dicek bukanlah jumlah peluru, melainkan ketersediaan beras.
“Kalau mau berangkat operasi tempur yang kita cek bukan peluru, tapi ada beras nggak,” katanya.
Ia menjelaskan, durasi operasi militer dihitung berdasarkan kekuatan logistik pangan. Jika beras cukup untuk lima hari, maka operasi hanya berlangsung lima hari. Jika cukup untuk 14 hari, baru operasi diperpanjang.
“Bayangkan saudara-saudara kalau nggak ada beras? Tentara itu juga susah dia beroperasi,” imbuh Prabowo.
Belajar dari Masa Perang Kemerdekaan
Presiden juga menyinggung sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, kata dia, belum ada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menggaji tentara dan polisi. Para pejuang bertahan hidup berkat dukungan penuh dari petani dan warga desa.
“Waktu itu para petani yang dukung tentara dan polisi. Rakyat desa keluar memberi makan kepada kita, mereka punya pisang dikasih, punya ubi dikasih, punya tiwul dikasih,” ucapnya mengenang.
Dari pengalaman historis inilah, Prabowo mengaku semakin sadar bahwa petani dan nelayan adalah produsen utama pangan yang menopang kehidupan seluruh bangsa. Ia menekankan bahwa produksi pangan tidak boleh hanya baik dalam satu musim panen, melainkan harus terjaga secara berkelanjutan.
“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, yang aman, yang berkesinambungan. Bukan sekali panen bagus, besok-besoknya tidak bagus,” tegasnya.
Gudang Ketahanan Pangan Polri Jadi Buffer Stock
Peresmian 10 gudang ketahanan pangan dan 166 SPPG Polri di Tuban menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional. Keberadaan gudang ini diharapkan mampu menjadi buffer stock saat terjadi gagal panen atau lonjakan harga di pasaran.
Kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mendorong produksi pangan lokal. Dengan melibatkan institusi Polri dalam rantai distribusi dan penyimpanan, pemerintah ingin memastikan pasokan pangan tetap aman hingga ke tingkat masyarakat.