Pencarian

20 Tahun Hilang Kontak di Malaysia, PMI Asal Lombok Tengah Akhirnya Pulang ke Kampung Halaman

Sabtu, 16 Mei 2026 • 22:29:45 WIB
20 Tahun Hilang Kontak di Malaysia, PMI Asal Lombok Tengah Akhirnya Pulang ke Kampung Halaman
Ihsan, PMI asal Lombok Tengah, kembali ke kampung halaman setelah 20 tahun hilang kontak di Malaysia.

LOMBOK TENGAH — Kerinduan yang tertahan selama dua dekade akhirnya terbayar lunas. Ihsan, yang akrab disapa Esan, tiba di rumah keluarganya di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (16/5/2026) setelah 20 tahun tak pulang sejak berangkat ke Malaysia pada 2007.

"Ya gak bisa terbalas bantuan dari semua pihak," ucap Esan singkat namun penuh haru saat tiba di kampung halaman.

Selama di Malaysia, Esan menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun. Masa-masa berat itu ia lewati dengan satu pegangan: keinginan untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Namun, setelah bebas, komunikasi dengan keluarga di kampung putus total selama bertahun-tahun hingga akhirnya proses pemulangan difasilitasi oleh berbagai pihak.

Badan Penghubung NTB Jadi Garda Depan Koordinasi

Jhoni Sutangga, pihak keluarga yang mengoordinasikan proses kepulangan Esan, menjelaskan bahwa Badan Penghubung NTB di Jakarta menjadi aktor kunci. Mereka menjemput Esan dari BP3MI, membawanya ke Wisma NTB, hingga mengantarnya ke bandara untuk penerbangan ke Lombok.

"Saya membangun komunikasi ke semua pihak, terutama Badan Penghubung NTB yang punya peran besar. Mereka yang menjemput dari BP3MI, membawa ke Wisma NTB, hingga mengantar ke bandara tadi pagi sampai Ihsan naik pesawat," ujar Jhoni.

Peran DPR RI Lalu Hadrian: Penerbangan Diurus Lewat Staf

Proses penerbangan Esan dari Jakarta ke Lombok mendapat perhatian khusus dari Anggota DPR RI Lalu Hadrian Irfani. Melalui stafnya, Lalu Hadrian mengurus tiket dan memastikan Esan bisa pulang tanpa hambatan administrasi di bandara.

"Urusan penerbangannya ke Lombok itu kita dibantu sama Lalu Hadrian Irfani. Beliau lewat stafnya mengurus penerbangan Ihsan," lanjut Jhoni.

Selain itu, Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB turut membantu proses administrasi sejak awal hingga koordinasi dengan BP3MI di Jakarta. Jhoni juga mengapresiasi sikap kooperatif BP3MI dalam proses pemulangan Esan.

Pertama Kali: Ziarah ke Makam Ayah

Kepulangan Esan tak sepenuhnya sempurna. Sang ayah telah meninggal dunia saat dirinya masih berada di perantauan. Esan mengaku bersyukur akhirnya bisa pulang dan berencana melakukan ziarah ke makam sang ayah untuk melepas rindu yang tertahan selama bertahun-tahun.

Momen haru mewarnai pertemuan Esan dengan keluarga besar di Desa Kabul. Setelah dua dekade terpisah, ia kini kembali menjadi bagian dari kampung halaman yang selalu dirindukannya.

Bagikan
Sumber: radarmandalika.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks