Pencarian

Pemkab Bima Tunggu Studi Kelayakan Hilirisasi Ayam Terpadu, Madapangga Jadi Lokasi Terpilih

Selasa, 22 September 2026 • 11:16:02 WIB
Pemkab Bima Tunggu Studi Kelayakan Hilirisasi Ayam Terpadu, Madapangga Jadi Lokasi Terpilih
Dinas Peternakan Kabupaten Bima masih merampungkan dokumen pertanahan untuk lahan program Hilirisasi Ayam Terpadu.

BIMA — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima masih merampungkan dokumen pertanahan untuk lahan yang akan dipakai program Hilirisasi Ayam Terpadu. Kajian kelayakan proyek tersebut diserahkan ke PT Berdikari sebagai pelaksana studi. Penetapan Madapangga sebagai lokasi HAT dilakukan setelah konsultan menilai sejumlah calon lahan milik pemerintah daerah.

"Lagi persiapan dokumen pertanahan dan lain-lain. Feasibility study sedang dikerjakan," kata Zainal saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin (21/9).

Zainal belum bisa memastikan kapan pembangunan fisik hilirisasi ayam dimulai. Pemkab Bima menargetkan persiapan awal sudah bergerak menjelang akhir tahun.

Enam Lokasi Dinilai, Madapangga Paling Penuhi Syarat Biosecurity

Sebelum menetapkan Madapangga, Pemkab Bima menyiapkan enam lokasi untuk dinilai. Tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Tim Aset BPKAD serta Disnakertrans Kabupaten Bima menyurvei lahan milik pemerintah di beberapa wilayah.

Lokasi yang diusulkan meliputi Tambora, Madapangga, Bolo, Woha, dan Wera. Dari hasil kajian konsultan PT Berdikari, Madapangga dipilih karena dinilai paling memenuhi persyaratan biosecurity untuk pengembangan peternakan unggas terpadu.

"Konsultan PT. Berdikari menunjuk lokasi di Kecamatan Madapangga yang dipandang paling memenuhi syarat biosecurity peternakan," kata Bupati Bima Ady Mahyudi.

MoU Sudah Diteken, Pembangunan Menunggu Hasil Kajian

Pengembangan HAT di Kabupaten Bima sebelumnya disepakati melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan PT Berdikari. Kesepakatan itu menjadi tahap awal kerja sama pembangunan HAT yang masuk program prioritas nasional melalui Kementerian Pertanian.

Penyelesaian studi kelayakan menjadi syarat sebelum program masuk ke tahapan berikutnya. Selama dokumen pertanahan dan feasibility study belum rampung, pembangunan fisik belum bisa dimulai.

Rantai Usaha Unggas Terintegrasi dari Pakan hingga Rumah Potong

Rencana HAT mencakup pengembangan rantai usaha unggas secara terintegrasi. Cakupannya mulai dari pabrik pakan, pusat indukan ayam (Parent Stock), mesin tetas atau Day Old Chick (DOC), pusat budidaya, hingga rumah potong.

Program ini menyasar penguatan sektor peternakan unggas di Kabupaten Bima. Pemerintah daerah menunggu rampungnya kajian PT Berdikari sebelum menetapkan jadwal pembangunan berikutnya.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarantb.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks