MATARAM — Gelombang dukungan untuk Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di bursa calon Ketua Umum (Ketum) KONI NTB periode 2026-2030 terus menguat. Hingga Rabu (12/8/2026), tercatat 7 KONI kabupaten/kota telah resmi menyerahkan surat dukungan tertulis untuk pria yang akrab disapa LMI itu.
Ketua KONI Kota Mataram, Firadz Pariska, mengonfirmasi bahwa persyaratan minimal dukungan telah terpenuhi, bahkan jauh melampaui ketentuan TPP yang mensyaratkan 19 cabor.
"Hari ini kami sudah menerima beberapa berkas dukungan, baik dari KONI kabupaten/kota maupun dari cabor. Syarat minimal aturan TPP adalah 19 cabor, dan alhamdulillah kami sudah melampaui itu, jauh melampaui," ujar Firadz di Mataram, Rabu (12/8/2026).
Peta Dukungan: dari Kota Mataram hingga Kota Bima
Tujuh KONI kabupaten/kota yang sudah menyatakan dukungan tertulis adalah KONI Kota Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, dan Kota Bima. Kabupaten Dompu disebut sedang dalam proses pengiriman berkas, menyusul Lombok Barat.
Firadz menegaskan seluruh berkas dukungan akan dipenuhi sebelum pendaftaran resmi ditutup pada 15 Agustus mendatang. Ia menyerahkan proses validasi keabsahan surat dukungan, termasuk potensi adanya dukungan ganda, sepenuhnya kepada TPP.
Mengapa Cabor Menginginkan LMI di Pucuk Pimpinan KONI?
Menurut Firadz, dorongan dari para pelaku olahraga agar Lalu Muhamad Iqbal memimpin KONI NTB didasari harapan besar agar sektor olahraga mendapat prioritas anggaran. Hal ini dinilai krusial menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTB akan bertindak sebagai tuan rumah bersama NTT.
Ketua Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTB, Baiq Isvie Rupaeda, menambahkan bahwa cabor-cabor strategis seperti Panjat Tebing, Panahan, Taekwondo, Ikatan Motor Indonesia (IMI), hingga Sepak Takraw secara rata-rata telah merapatkan barisan untuk mendukung Lalu Muhamad Iqbal.
Seruan Aklamasi demi Konsentrasi Penuh Menuju PON 2028
Isvie yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD NTB mengimbau petahana Mori Hanafi untuk mempertimbangkan kembali niatnya mencalonkan diri. Ia menilai besarnya gelombang dukungan yang mengarah ke Lalu Muhamad Iqbal sebaiknya disikapi dengan legowo demi menjaga kondusivitas pembinaan olahraga di NTB.
"Kita tidak ingin ada pertentangan antara kedua tokoh ini. Beliau (Mori Hanafi) bisa melihat hari ini Pak Iqbal menyatakan maju dan melihat peta kekuatannya. Harapan kita, dengan legowo Pak Mori bisa menentukan sikap," kata Isvie.
Ia meyakini proses kepemimpinan bisa berjalan secara aklamasi agar konsentrasi seluruh pemangku kepentingan olahraga di NTB terfokus pada persiapan PON 2028. "Saya paham kalau bisa secara aklamasi diserahkan ke Pak Iqbal, KONI NTB akan jauh lebih baik ke depan. Bukan berarti Porprov kemarin tidak baik, Porprov kemarin sudah berjalan baik," jelasnya.
Sementara itu, Mori Hanafi lebih dahulu mendaftarkan diri pada Selasa (11/8/2026). Terkait klaim pihak lawan yang mengaku telah mengamankan dukungan dari 40 cabor, Firadz menanggapinya dengan santai dan menyerahkan sepenuhnya proses verifikasi administrasi kepada TPP untuk memvalidasi keabsahan surat dukungan calon lain.