MATARAM — Layanan penukaran uang rusak itu menyusul penyaluran bantuan kemanusiaan yang dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan BI NTB Hario K. Pamungkas bersama Ketua IPEBI Komisariat Mataram Kadek Budi Arsana. Bantuan berupa sembako, alas tidur, dan pakaian layak pakai diterima langsung oleh perangkat dusun setempat, Sanah.
Kehadiran armada Kas Keliling BI di tengah puing-puing kebakaran menjadi harapan baru bagi warga yang uang simpanannya ikut hangus. Salah satunya Warman, yang sempat berniat membuang uang miliknya yang terbakar sebelum akhirnya membawa sisa-sisa lembaran rupiah tersebut untuk diidentifikasi petugas.
Dari hasil pengukuran fisik dan verifikasi ketat oleh petugas sesuai ketentuan, Warman berhasil menyelamatkan nominal uang miliknya senilai Rp7.676.000,00. Proses penukaran ini berjalan setelah Warman mendapat penjelasan langsung dari Kepala Perwakilan BI NTB terkait regulasi penggantian uang rusak.
Hario K. Pamungkas mengingatkan masyarakat bahwa uang kertas tidak layak edar (lusuh, cacat, atau rusak) dapat diganti dengan uang baru selama kondisi fisik yang tersisa lebih dari ukuran aslinya. Untuk uang logam rusak, syarat penggantian minimal tersisa lebih dari ukuran asli.
BI pun mengimbau warga Sade yang masih menyimpan uang terbakar untuk segera mengajukan penukaran. "Sinergi BI bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan solidaritas," tutur Hario.
Berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan, musibah kebakaran tersebut melahap berbagai infrastruktur penting di kawasan cagar budaya tersebut. Deretan bangunan yang rusak meliputi rumah tinggal warga, masjid, berugak (balai pertemuan), lumbung padi tradisional, toko kerajinan (artshop), hingga fasilitas umum lainnya.
Kondisi ini memukul perekonomian warga lokal yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pariwisata. Masyarakat setempat berharap adanya langkah cepat percepatan revitalisasi kawasan adat, khususnya pembangunan kembali hunian dan sarana prasarana yang hancur.
Penyaluran bantuan serta penjangkauan Kas Keliling ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga sekaligus mempercepat pemulihan Desa Adat Sade pascabencana.