LOMBOK TENGAH — Tragedi kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, tidak hanya menyisakan duka bagi warga, tetapi juga kekhawatiran akan hilangnya warisan leluhur. Menanggapi musibah yang terjadi Sabtu malam itu, Ketua Komisi II DPRD NTB, H. Lalu Pelita Putra, menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyerukan langkah konkret untuk membangun kembali kawasan tersebut.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan bahwa Rumah Adat Sade bukanlah sekadar permukiman biasa. Ia merupakan simbol budaya, sejarah, dan identitas masyarakat Sasak yang harus dijaga keberadaannya.
"Semoga Allah s.w.t memberikan ketabahan dan kesabaran. Desa Sade adalah jiwa masyarakat Sasak. Setiap tiang, setiap alang-alang adalah warisan leluhur. Musibah ini adalah ujian dari Sang Khalik," ujar Miq Pelita, sapaan akrabnya, di Praya, Minggu (23/8).
Di tengah duka, langkah pertama yang dinilai krusial adalah memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga yang rumahnya terbakar. Miq Pelita menekankan pentingnya penanganan sementara sebelum masuk ke tahap pembangunan kembali.
"Kita pikirkan dulu penanganan sementara pasca kebakaran untuk saudara-saudara kita yang terdampak," pungkasnya.
Setelah penanganan darurat selesai, perhatian harus dialihkan pada proses revitalisasi. Miq Pelita mendorong semua elemen, mulai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, hingga pihak terkait lainnya, untuk bekerja sama sesuai kapasitas masing-masing.
"Setelah itu perlu dipikirkan bagaimana langkah-langkah selanjutnya untuk membangun kembali rumah adat. Harus ada langkah-langkah untuk dilakukan revitalisasi. Semua pihak harus bekerja bergotong-royong sesuai kapasitas masing-masing," katanya.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA itu diduga cepat membesar karena karakteristik bangunan rumah adat Suku Sasak yang menggunakan atap jerami kering dan dinding anyaman bambu. Material alami tersebut membuat kobaran api dengan mudah merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah bersama petugas terkait dan masyarakat masih melakukan penanganan di lokasi. Jumlah pasti bangunan yang terbakar dan warga yang terdampak masih dalam proses pendataan mendalam oleh pihak desa.