MATARAM — Pengunjung Museum NTB dalam dua hari terakhir bisa menikmati suasana berbeda saat malam hari. Night at the Museum yang digelar 21-22 Agustus 2026 ini menjadi momen terakhir sebelum wajah museum diubah lewat revitalisasi yang dijadwalkan bergulir bulan depan.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan acara ini sengaja dikemas untuk menjawab keinginan pengunjung sekaligus menjadi kenangan sebelum gedung ditata ulang. "Night at the Museum yang digelar dari tanggal 21 – 22 Agustus 2026, selain untuk memenuhi keinginan para pengunjung juga sebagai kenangan sebelum dilakukan revitalisasi," katanya, Jumat (21/8).
Proses revitalisasi yang dimulai September 2026 akan mengubah tampilan museum secara menyeluruh. Ahmad Nuralam menyebut perubahan terjadi baik dari segi desain maupun tatanan ruang.
Salah satu andalan setelah revitalisasi rampung adalah ruang pamer khusus bertema NTB sebagai sentral perdagangan masa lalu, khususnya abad ke-12 hingga abad ke-20. "Ini menjadi bukti, kalau NTB bukan daerah tanpa akses tapi menjadi sentra perdagangan di masa lalu," ujarnya.
Pada Night at the Museum kali ini, panitia menghadirkan satu ruang pameran baru yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. Isinya perlengkapan raja-raja, senjata tradisional, dan wastra dari masa lalu.
Salah satu pengunjung, Hari, mengaku pengalaman melihat koleksi di malam hari terasa berbeda dibanding siang. Penataan lampu yang mendukung membuat museum tampak lebih hidup dan menarik. "Koleksinya luar biasa," katanya menilai kualitas benda-benda bersejarah yang dipamerkan.
Bunda Literasi NTB Sinta Agathia M Iqbal mengatakan pihaknya akan mengevaluasi respons pengunjung terhadap Night at the Museum. Jika animo masyarakat tinggi, durasi acara yang hanya dua hari ini berpeluang diperpanjang. "Kita akan lihat responnya, jika bagus bisa dipikirkan untuk diperpanjang," katanya.
Hari berharap Museum NTB lebih sering menampilkan koleksi secara berkala agar masyarakat semakin mengenal isi museum. Menurutnya, hal itu perlu dibarengi dengan pemandu yang menguasai materi koleksi sehingga pengunjung mendapat informasi yang lebih kaya. "Tentu, ini juga harus dibarengi dengan pemandu yang memahami koleksi yang dipamerkan sehingga lebih banyak informasi yang didapat pengunjung," tuturnya.