SUMBAWA BESAR — Sebanyak 41 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa resmi dilantik oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, pada Jumat (21/8). Mereka terdiri dari pejabat pengawas, fungsional, dan Kepala UPT Puskesmas yang tersebar di wilayah kabupaten tersebut.
Dalam arahannya, orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa itu menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses administrasi, melainkan awal dari tanggung jawab baru yang harus diemban dengan sungguh-sungguh. Sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan merupakan komitmen moral yang mengikat setiap pejabat untuk bekerja sepenuh hati.
Perhatian khusus disorotkan Bupati kepada 26 Kepala UPT Puskesmas yang baru dilantik. Ia mengingatkan bahwa puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan pemerintah di bidang kesehatan, sehingga perannya tidak bisa diremehkan.
“Saya meminta agar pemeriksaan kesehatan gratis terus didorong sebagai upaya deteksi dan pencegahan penyakit. Karena kesuksesan puskesmas bukan seberapa banyak pasien yang dilayani, tetapi berapa banyak masalah kesehatan yang mampu dicegah,” jelasnya.
Syarafuddin Jarot meminta para kepala puskesmas untuk tidak hanya berkutat dengan fungsi administratif di dalam gedung. Mereka dituntut untuk turun langsung ke lapangan guna mengenali kondisi masyarakat, kelompok masyarakat, serta berbagai keluhan kesehatan yang sedang dihadapi.
Bupati mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar tidak menjadikan posisi barunya sebagai sumber kebanggaan pribadi. Justru sebaliknya, jabatan tersebut harus dimaknai sebagai beban tanggung jawab yang pelaksanaannya akan dinilai oleh publik.
“Jangan anggap jabatan ini sebagai kebanggaan semata, melainkan yang perlu diingat jabatan adalah tanggung jawab dan harus dilaksanakan sepenuh hati,” ucapnya di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola administrasi yang tertib dan baik. Menurutnya, kualitas pelayanan kepada masyarakat harus didukung oleh pengelolaan internal yang rapi, sehingga tidak terjadi ketidaksesuaian antara pelayanan yang diberikan dengan administrasi yang berjalan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumbawa turut menginstruksikan seluruh jajaran pejabat untuk membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Keluhan yang masuk dinilai sebagai instrumen evaluasi yang penting untuk mengetahui aspek pelayanan mana yang masih perlu dibenahi.
“Kami ingatkan seluruh pejabat agar terbuka terhadap keluhan dan masukan masyarakat. Keluhan, merupakan bagian penting dari evaluasi untuk mengetahui aspek pelayanan yang masih perlu diperbaiki,” katanya mengingatkan.
Momentum pelantikan ini diharapkan mampu menghadirkan energi dan semangat baru dalam birokrasi Pemkab Sumbawa, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas layanan publik di tengah masyarakat.