NUSA TENGGARA BARAT — Kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Gang Damai meninggalkan duka mendalam bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Di tengah masa pemulihan yang berat, kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih menjadi prioritas utama yang harus segera dipenuhi.
Menanggapi hal tersebut, Paguyuban Honda Bengkulu bergerak cepat dengan mengerahkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk meringankan beban para korban. Bantuan tahap awal ini difokuskan pada kebutuhan pokok yang langsung bisa dimanfaatkan oleh warga yang mengungsi.
Ketua Paguyuban Honda Bengkulu, Oktafian, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian komunitas terhadap lingkungan sekitar. "Melalui bantuan CSR ini, kami ingin menunjukkan bahwa Paguyuban Honda Bengkulu tidak hanya hadir dalam kegiatan komunitas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat, terutama warga yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (18/8/2026).
Bantuan yang disalurkan sengaja diarahkan untuk mendukung kebutuhan dapur umum yang telah didirikan di lokasi kebakaran. Dengan begitu, para korban yang kehilangan tempat tinggal tetap bisa memperoleh makanan hangat selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascakebakaran.
Menurut Oktafian, kegiatan sosial ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Paguyuban Honda Bengkulu untuk terus membangun kebersamaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Selain memenuhi kebutuhan logistik, kehadiran bantuan ini diharapkan mampu memberikan dukungan moril bagi para korban agar tetap kuat menghadapi cobaan. Paguyuban Honda Bengkulu juga berharap warga Gang Damai dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari seperti sediakala.
"Penyaluran bantuan CSR ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat kepedulian dan solidaritas komunitas Honda di Bengkulu untuk hadir dan berbagi bersama masyarakat yang membutuhkan," pungkas Oktafian.
Kegiatan ini menegaskan bahwa komunitas otomotif tidak hanya identik dengan gaya hidup dan hobi, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan sosial yang tanggap terhadap musibah yang menimpa warga di sekitarnya.