LEMBAR — Posisi KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok dikonfirmasi bergeser signifikan. Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyatakan kapal tersebut kini hanyut ke arah Samudra Hindia setelah terbawa arus laut dari lokasi awal kebakaran.
"Sekarang posisi kapal ini hanyut ke Samudra Hindia," kata Iqbal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026).
Kantor SAR Mataram memperbarui jumlah orang yang berhasil dievakuasi menjadi 212 orang. Angka ini bertambah setelah 39 penumpang yang sebelumnya diselamatkan kapal lain akhirnya tiba dan dibawa menuju Pelabuhan Lembar.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan seluruh penumpang KMP Putri Yasmin telah berhasil dievakuasi. Meski demikian, jumlah yang dievakuasi menjadi sorotan karena berbeda dengan data manifest awal kapal.
Pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap data penumpang dan awak kapal. Langkah ini untuk mengetahui jumlah sebenarnya orang yang berada di KMP Putri Yasmin ketika berangkat dari Padangbai.
Setelah proses penyelamatan berlangsung sejak pagi hingga malam, kondisi kapal yang terbakar dan kehilangan kendali kini menjadi perhatian utama. Pemerintah menyampaikan kapal perlu segera ditangani agar tidak tenggelam dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan laut.
Hanyutnya bangkai kapal ke Samudra Hindia memperumit upaya penanganan. Posisinya semakin menjauh dari jalur pelayaran padat di Selat Lombok.
Penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin hingga kini belum ditetapkan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan investigasi untuk mengungkap sumber api yang membuat kapal kehilangan kendali.
Menteri Perhubungan meminta semua pihak menunggu hasil investigasi dan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kebakaran. Kapal tersebut sebelumnya dinyatakan laik berlayar berdasarkan pemeriksaan sebelum keberangkatan dari Pelabuhan Padangbai.
Hasil investigasi KNKT nantinya diharapkan dapat menjelaskan secara gamblang penyebab kebakaran. Temuan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi standar keselamatan kapal roro di wilayah Indonesia Timur.