Pencarian

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Kompak Tak Berubah

Rabu, 28 Oktober 2026 • 08:49:01 WIB
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Kompak Tak Berubah
Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo terpantau tidak berubah pada Rabu (28/10/2026).

NUSA TENGGARA BARAT — Harga bahan bakar minyak di SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Energy terpantau stagnan pada Rabu (28/10/2026), baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi. Tidak ada penyesuaian harga yang dilakukan keempat operator di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Bagi konsumen, kondisi ini berarti biaya pengisian kendaraan harian belum mengalami kenaikan.

Paragraf pembuka: Pertamina menetapkan harga Pertalite di level Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, sama seperti periode sebelumnya. Penetapan harga BBM subsidi memang menjadi kewenangan pemerintah melalui Kementerian ESDM, sehingga pergerakannya tidak mengikuti ritme pasar swasta. Sementara itu, operator swasta seperti Shell, BP, dan Vivo Energy memilih menahan harga jual produk nonsubsidinya pada posisi yang sama.

Rincian Harga di SPBU Pertamina

Di jaringan SPBU Pertamina, Pertamax dijual Rp15.950 per liter. Produk Pertamax Green dipatok Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo berada di Rp19.600 per liter. Untuk kelompok diesel nonsubsidi, Dexlite tercatat Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.

Angka-angka itu berlaku di seluruh SPBU Pertamina yang mengacu pada harga resmi perusahaan. Konsumen yang biasa mengisi Pertamax, misalnya, masih mengeluarkan biaya yang sama seperti pekan sebelumnya untuk setiap liter yang dibeli.

Shell, BP, dan Vivo Ikut Menahan Harga

Di SPBU Shell, produk Shell V-Power Diesel dicantumkan seharga Rp25.420 per liter. Adapun BP memasang harga BP 92 di Rp16.130 per liter, BP Ultimate Rp19.330 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp25.420 per liter.

Vivo Energy juga tercatat belum melakukan penyesuaian harga pada periode yang sama. Pola serupa terlihat di seluruh operator swasta, yang biasanya menyesuaikan harga lebih cepat mengikuti pergerakan harga minyak global dibandingkan BBM subsidi.

Mengapa Harga Bisa Stagnan

Harga BBM nonsubsidi di Indonesia umumnya mengikuti formula yang mempertimbangkan harga minyak mentah, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi. Ketika ketiga variabel itu relatif stabil, operator cenderung mempertahankan harga jual agar tidak mengganggu daya beli konsumen.

Untuk BBM subsidi, pemerintah memegang kendali penuh atas penetapan harga. Pertalite dan Biosolar dijual jauh di bawah harga keekonomian, dengan selisihnya ditanggung melalui skema kompensasi anggaran negara.

Penutup: Stagnasi harga di seluruh operator memberi ruang bagi konsumen untuk mengatur pengeluaran bahan bakar tanpa kejutan biaya. Namun, jika harga minyak dunia bergerak naik dalam beberapa pekan ke depan, operator swasta berpeluang lebih dulu menyesuaikan harga jual sebelum pemerintah mengevaluasi BBM subsidi.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks