LOMBOK UTARA — Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Dispar KLU Raden Sapardi menyatakan, Gawe Beleq dan Sasak Fest akan menjadi ruang tampil bagi sanggar seni, seniman budaya lokal, serta pelaku ekonomi kreatif. Pelaksanaannya masih dalam tahap persiapan, dengan jendela waktu antara November atau Desember 2026.
Menurut Sapardi, tujuan penyelenggaraan festival adalah memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Beragam atraksi seni dan budaya khas Lombok Utara akan disiapkan untuk kedua agenda tersebut.
Ruang Tampil bagi Sanggar Seni dan Pelaku Ekraf
Keterlibatan pelaku seni dan ekonomi kreatif disebut menjadi salah satu fokus utama penyelenggaraan festival. Dispar KLU ingin memastikan mereka punya panggung untuk menampilkan potensi yang dimiliki.
"Agar mereka memiliki ruang untuk menampilkan potensi yang dimiliki," ujar Sapardi.
Selain menjaga eksistensi kesenian tradisional, festival diharapkan menjadi sarana memperkenalkan karya serta produk lokal kepada khalayak yang lebih luas. Ajang ini juga membuka kesempatan bagi perajin dan pelaku UMKM di Lombok Utara untuk menjangkau pembeli baru.
Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar
Dispar KLU berharap kehadiran pengunjung pada Gawe Beleq dan Sasak Fest membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal. Dampak ekonomi itu menjadi salah satu alasan festival diposisikan bukan sekadar perayaan budaya.
Bagi warga Lombok Utara, rangkaian acara ini berpotensi menghidupkan kembali aktivitas usaha di sekitar lokasi penyelenggaraan. Pelaku kuliner, penginapan, dan jasa transportasi lokal termasuk yang diharapkan merasakan efeknya.
Dispar KLU belum merinci tanggal pasti maupun lokasi pelaksanaan kedua festival. Kepastian jadwal akan menentukan seberapa besar persiapan yang bisa dilakukan para seniman dan pelaku usaha sebelum acara digelar.