Pencarian

Kebakaran Hutan Toraja Utara Merembet ke Kuburan Batu, Peti Jenazah Hangus

Rabu, 28 Oktober 2026 • 18:47:01 WIB
Kebakaran Hutan Toraja Utara Merembet ke Kuburan Batu, Peti Jenazah Hangus
Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Dusun Salurea Rangri, Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

NUSA TENGGARA BARAT — Kebakaran hutan dan lahan di Dusun Salurea Rangri, Kecamatan Baruppu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, merembet ke situs pemakaman batu di tebing dan membakar sejumlah peti jenazah. Api yang membakar kawasan hutan sejak Jumat (23/10) hingga Sabtu (24/10) itu menghanguskan liang di tiga titik berbeda. Kepala Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Riantho Yusuf Sangkelo, menduga kebakaran dipicu unsur kesengajaan.

Kawasan Baruppu selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah di Toraja Utara yang menyimpan liang batu di tebing, bagian dari tradisi pemakaman yang menjadi daya tarik wisata budaya Sulawesi Selatan. Kebakaran yang melanda Dusun Salurea Rangri menghanguskan vegetasi di sekitar tebing hingga api menjangkau liang-liang yang menempel di dinding batu.

Riantho menyebut dampak kebakaran tersebar di tiga titik berbeda. Sebagian peti jenazah yang berada di dalam liang ikut terbakar.

"Itu kuburan namanya liang. Jadi ada belasan atau puluhan liang itu karena tiga titik yang berbeda tempatnya. Sempat ada itu (peti terbakar)," ucap Riantho, seperti dilansir Detik, Minggu (25/10).

Dugaan Penyebab: Ada Unsur Kesengajaan

Dugaan kesengajaan muncul setelah warga mengaku melihat seseorang membakar kawasan di sekitar lokasi. Warga sempat berusaha mengejar orang tersebut, tetapi identitasnya belum diketahui pasti.

"Mungkin ada unsur kesengajaan atau karena iseng. Itu informasi dari masyarakat," kata Riantho.

"Artinya mungkin iseng atau apa, tapi dikejar sama belum diketahui pasti sama masyarakat siapa," ujarnya menambahkan.

Hingga Minggu (25/10), kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Pemadam kebakaran juga belum merinci keseluruhan dampak terhadap kawasan hutan dan kuburan batu.

"Penyebab pastinya sementara masih diselidiki oleh teman-teman dari kepolisian untuk mencari tahu kira-kira penyebabnya ini," tutur Riantho.

Pemadaman Terkendala Akses Jalan

Akses menuju lokasi sulit dilalui kendaraan pemadam kebakaran. Petugas mengandalkan peralatan yang tersedia, termasuk pompa milik Manggala Agni, untuk menjinakkan api.

Pemadaman melibatkan tim gabungan: Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Manggala Agni, kelompok pecinta alam (KPA), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

"Jadi kami hanya mem-backup teman-teman Manggala Agni. Peralatannya Manggala Agni yang kami gunakan di sana, pompanya kita pakai," kata Riantho.

Dampak bagi Wisata Budaya Toraja

Liang batu di Toraja Utara bukan sekadar makam, melainkan bagian dari lanskap budaya yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Situs semacam ini biasanya dikunjungi dalam paket wisata budaya bersama objek lain seperti Kete Kesu dan Lemo.

Kebakaran yang menjangkau tebing pemakaman menimbulkan pertanyaan soal perlindungan situs warisan budaya di kawasan rawan karhutla. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini liang yang terdampak maupun langkah pemulihan.

Traveler yang berencana mengunjungi situs pemakaman batu di Baruppu sebaiknya memastikan kondisi akses dan keamanan lewat dinas pariwisata Toraja Utara setempat sebelum berangkat. Musim kemarau dengan vegetasi kering meningkatkan risiko kebakaran di kawasan perbukitan.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks