Pencarian

Sosok DSZ di Lombok Timur, Kakak Tertua yang Rawat Adik dan Mertua Sebelum Tewas Dibacok Suami

Rabu, 28 Oktober 2026 • 06:17:31 WIB
Sosok DSZ di Lombok Timur, Kakak Tertua yang Rawat Adik dan Mertua Sebelum Tewas Dibacok Suami
Kakak tertua DSZ dikenal sebagai sosok yang merawat adik-adik dan mertuanya di Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR — Bagi lima bersaudara di keluarga itu, DSZ bukan sekadar kakak sulung. Sejak ayah mereka meninggal, ia yang mengurus kebutuhan adik-adiknya, dari urusan sekolah hingga perkuliahan.

Daeng Muhammad Husen, adik ketiga DSZ, menyebut kakaknya mengambil posisi yang ditinggalkan sang ayah meski berstatus perempuan. Ia mengaku tidak pernah kekurangan bantuan saat membutuhkan.

Jasanya Menggantikan Posisi Bapak

Husen mengenang, setiap kali ia hendak masuk kuliah atau adik lain melanjutkan sekolah, DSZ yang bergerak mengurus berbagai keperluan. Peran itu melekat sampai adik-adiknya dewasa.

"Jasanya Almarhumah di kami, adik-adiknya itu sangat banyak. Banyak jasanya. Dia sosok yang sangat berjasa menggantikan posisi bapak, walaupun perempuan," ujar Husen, Selasa sore, 27 Oktober 2026.

Kepedulian DSZ tidak berhenti di lingkaran keluarga. Warga sekitar mengenalnya sebagai pribadi ramah yang mudah dimintai bantuan.

Menikah Terakhir di Antara Lima Bersaudara

Dari lima bersaudara, DSZ menjadi anak tertua sekaligus yang paling akhir membangun rumah tangga. Adik-adiknya lebih dulu menikah dan punya anak, sementara DSZ baru menikah pada 2014.

"Di antara kami bersaudara ini, dia paling besar, tapi paling terakhir menikah. Adik-adiknya semua sudah punya anak pada saat dia menikah," kata Husen.

Keluarga membaca keputusan itu sebagai tanda besarnya tanggung jawab DSZ. Ia tidak pernah terbuka soal alasannya, tetapi selalu mendahulukan kepentingan adik-adiknya.

Merawat Mertua yang Sakit hingga Menutupi Luka

Lalu Hapiz, perwakilan keluarga korban, mengenang DSZ sebagai perempuan sabar yang menjaga hubungan baik dengan keluarga suaminya. Kedua mertuanya sakit, laki-laki dan perempuan, dan DSZ yang merawat.

"Mertuanya dua-duanya sakit, laki perempuan. Dia rawat, luar biasa. Saking sayangnya sama mertuanya," ujar Hapiz.

Hapiz mengaku beberapa kali melihat kondisi fisik DSZ yang mencurigakan. Saat ditanya penyebab pembengkakan di tubuhnya, DSZ hanya menjawab bahwa dirinya terjatuh.

"Kalau saya tanya bengkak itu kenapa, dia bilang jatuh. Masa jatuh setiap minggu? Itu luar biasa, karakternya luar biasa," kata Hapiz.

Persoalan Rumah Tangga yang Tak Pernah Diceritakan

Husen menyatakan DSZ tidak pernah bercerita soal masalah rumah tangganya kepadanya. Ia menduga kakaknya memilih menyimpan persoalan pribadi daripada membaginya kepada saudara laki-laki.

"Kami sedang mencoba menggali informasi dari orang-orang terdekat. Tidak semua orang bisa curhat kepada saudaranya, apalagi laki-laki. Biasanya mungkin kepada teman perempuan," ujarnya.

Keluarga masih berupaya menggali keterangan dari orang-orang yang dekat dengan korban untuk memahami apa yang terjadi sebelum peristiwa itu.

Tewas Diduga Dibacok Suami Anggota TNI AL

DSZ meninggal dunia pada Jumat, 23 Oktober 2026. Ia diduga menjadi korban pembacokan oleh suaminya, NW, yang merupakan anggota TNI Angkatan Laut.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mataram, Letkol Laut (P) Eko Darmawan, sebelumnya menyebut cekcok antara keduanya sebagai pemicu peristiwa tersebut.

Bagi keluarga, kepergian DSZ meninggalkan duka sekaligus menghilangkan sosok yang selama ini menjadi tumpuan. Perempuan yang mereka kenal selalu hadir untuk orang lain itu pergi dengan pertanyaan yang belum terjawab.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks