NUSA TENGGARA BARAT — Kabar kehadiran Honda Super One di Indonesia semakin menguat. Unit yang diduga kuat sebagai model ini sempat tertangkap kamera sedang menjalani uji jalan dengan kamuflase tebal. Kini, jejak digitalnya muncul di laman Samsat PKB Jakarta dengan kode kendaraan JC6 A EV ZZE.
NJKB Rp 257 Juta, Harga Jual Diprediksi Naik Signifikan
Dari data Samsat tersebut, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Honda Super One tercatat sebesar Rp 257 juta. Meski NJKB bukan harga final, angka ini biasanya menjadi patokan awal sebelum ditambah biaya pajak, ongkos kirim, dan margin dealer. KatadataOTO meyakini banderol akhirnya tidak akan meleset jauh dari rentang Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan.
Angka itu selaras dengan harga di negara asalnya. Di Jepang, Honda Super One dibanderol 3.390.200 yen atau setara Rp 382,2 juta (kurs saat peluncuran akhir Mei 2026). Artinya, konsumen Indonesia bisa berharap harga jualnya tidak berbeda drastis dari pasar domestik Jepang.
Baterai 29,6 kWh, Jarak Tempuh 274 Km
Dari sisi spesifikasi, Super One ditenagai baterai berkapasitas 29,6 kWh. Honda mengklaim daya jelajahnya mencapai 274 kilometer dalam siklus WLTC. Angka ini sedikit di bawah kompetitor terdekatnya, Wuling BinguoEV varian long range yang mengandalkan baterai 31,9 kWh untuk jarak tempuh 333 kilometer.
Meski begitu, efisiensi dan karakter pengisian daya Super One di Indonesia masih menjadi tanda tanya besar. Belum ada konfirmasi apakah Honda akan menyediakan fasilitas fast charging atau hanya mengandalkan charger rumahan.
Bersaing dengan BYD Atto 1 dan Wuling BinguoEV
Dari dimensi dan segmen, Honda Super One diprediksi bakal bertarung langsung dengan BYD Atto 1 dan Wuling BinguoEV. Ketiganya sama-sama hatchback listrik yang menyasar konsumen perkotaan. Namun, persaingan harga cukup timpang. BYD Atto 1 tipe terendah dibanderol hanya Rp 199 juta, sementara Wuling BinguoEV mulai dari Rp 363 jutaan on the road Jakarta.
Honda belum membuka suara resmi soal harga Super One untuk Indonesia. Namun, kehadiran model ini dipandang penting untuk memperkuat posisi merek Jepang yang saat ini kalah jumlah dari produk-produk Tiongkok di segmen mobil listrik tanah air. Jika harganya pas, Super One bisa menjadi game changer bagi Honda di era elektrifikasi.