NUSA TENGGARA BARAT — Pergerakan IHSG hari ini menunjukkan volatilitas tinggi di awal sesi. Setelah dibuka menguat 0,19 persen ke 6.207, indeks langsung berbalik arah dan terpantau melemah signifikan dalam beberapa menit pertama perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 380 saham tercatat melemah, sementara hanya 198 saham yang menguat dan 381 saham lainnya stagnan. Volume transaksi awal mencapai 3,09 miliar saham dengan nilai Rp2,1 triliun.
Tujuh Sektor Tertekan, Hanya Empat Sektor Bertahan Hijau
Dari sebelas indeks sektoral, hanya empat sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yaitu energi, properti, industri, dan kesehatan. Sektor energi memimpin penguatan di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Sisanya, tujuh sektor lainnya kompak melemah. Sektor yang terkoreksi antara lain konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi.
Indeks Blue Chip Ikut Terkoreksi, LQ45 Turun 0,28%
Indeks saham berkapitalisasi besar juga mencatatkan pelemahan. Indeks LQ45 turun 0,28 persen ke level 617, sementara IDX30 melemah 0,21 persen ke 348. Indeks JII dan MNC36 masing-masing turun 0,26 persen dan 0,17 persen.
Pelemahan indeks blue chip ini turut menekan laju IHSG. Saham-saham perbankan dan konsumer yang menjadi bobot utama di indeks LQ45 masih berada dalam tekanan.
Top Gainers: HERO, ARTA, dan PNSE
Di tengah pelemahan pasar, tiga saham justru mencatatkan kenaikan tertinggi. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memimpin daftar top gainers, diikuti oleh PT Arthavest Tbk (ARTA) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE).
Pergerakan saham-saham ini menjadi penyeimbang di tengah dominasi tekanan jual di pasar.