NUSA TENGGARA BARAT — Tekanan jual masih mendominasi sejak bel pembukaan. Berdasarkan data RTI Business pukul 09.17 WIB, IHSG tercatat di level 6.074, turun 20,30 poin atau 0,33 persen. Posisi terendah harian sempat menyentuh 5.966, sementara level tertinggi hanya mencapai 6.079. Kapitalisasi pasar bursa terkoreksi menjadi Rp10.533 triliun.
Sebanyak 362 saham tercatat melemah, kontras dengan 221 saham yang menguat dan 145 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 6,20 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,87 triliun dalam 314.930 kali frekuensi transaksi.
Support Kritis 5.911 Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai penutupan gap di area 6.092-6.148 pada perdagangan sebelumnya menjadi pemicu utama pelemahan hari ini. Menurutnya, sinyal bearish yang muncul memperkuat potensi koreksi lanjutan.
"Jika IHSG turun di bawah 5.911, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 5.700. Namun peluang rebound jangka pendek masih terbuka selama indeks bertahan di atas 5.967," ujar Ivan dalam riset hariannya.
Ia memproyeksikan rentang support IHSG berada di 5.911, 5.673, dan 5.439. Sementara resistance terdekat ada di 6.459, 6.755, dan 7.001.
MNC Sekuritas: Koreksi Berpeluang ke Kisaran 5.899-5.999
Senada dengan Ivan, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih akan berada dalam tekanan pada sesi berikutnya. Menurutnya, area koreksi berikutnya berada di kisaran 5.899 hingga 5.999.
"Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area koreksi berikutnya di kisaran 5.899-5.999," jelas Herditya.
Ia memproyeksikan support harian IHSG di level 5.996 dan 5.899, dengan resistance di 6.318 dan 6.459.
Apa Arti Level 5.966 bagi Investor?
Level 5.966 bukan angka sembarangan. Dalam analisis teknikal, level tersebut merupakan area support psikologis yang sempat diuji pada awal tahun. Penembusan di bawah level ini membuka ruang koreksi menuju 5.700, area yang terakhir kali disentuh saat gejolak pasar global pada Oktober 2023.
Sebaliknya, bila IHSG mampu bertahan di atas 5.967 hingga penutupan sesi II, peluang technical rebound menguat. Investor biasanya memanfaatkan momen ini untuk akumulasi bertahap pada saham-saham berkapitalisasi besar yang sudah turun signifikan.
Investasi mengandung risiko. Keputusan pembelian saham sepenuhnya berdasarkan analisis risiko masing-masing investor.