Pencarian

Gelombang Panas Ekstrem India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat Celcius

Minggu, 24 Mei 2026 • 15:14:02 WIB
Gelombang Panas Ekstrem India Tewaskan 16 Orang, Suhu Tembus 45 Derajat Celcius
Gelombang panas ekstrem di India menyebabkan 16 korban jiwa dengan suhu mencapai 45 derajat Celsius.

NUSA TENGGARA BARAT — Departemen Meteorologi India memperkirakan suhu di atas normal dan gelombang panas ekstrem masih akan melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan. Di ibu kota New Delhi dan kota-kota sekitarnya, suhu bertahan di atas 40 derajat Celcius sepanjang pekan ini, mendorong konsumsi listrik menembus rekor tertinggi.

Menteri Pendapatan Telangana, Ponguleti Srinivasa Reddy, meminta para pejabat daerah segera mengeluarkan peringatan dini dan langkah pencegahan. "Intensitas panas telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip AFP, Minggu (24/5/2026).

Peringatan Khusus untuk Lansia, Anak, dan Ibu Hamil

Pemerintah daerah Telangana mengimbau kelompok rentan—lansia, anak-anak, dan ibu hamil—untuk tidak keluar rumah pada siang hari kecuali dalam kondisi mendesak. Pakar kesehatan memperingatkan bahwa gelombang panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi parah yang membuat darah mengental, dan dalam kasus paling berat mampu memicu kegagalan organ.

Selain suhu siang yang menyengat, suhu minimum pada malam hari juga tetap tinggi. Kondisi ini membuat masyarakat hampir tidak mendapatkan jeda dari cuaca panas, memperparah risiko kesehatan bagi mereka yang tinggal di pemukiman padat tanpa pendingin udara.

Rekor Suhu Nasional dan Tantangan Iklim India

Suhu tertinggi yang pernah tercatat secara resmi di India adalah 51 derajat Celcius, terjadi di Phalodi, Rajasthan, pada 2016. Negara dengan populasi terbesar di dunia ini merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga global dan masih sangat bergantung pada batu bara untuk pembangkit listrik.

India telah berkomitmen mencapai ekonomi dengan emisi nol bersih pada 2070, dua dekade lebih lambat dibandingkan sebagian besar negara industri Barat. Gelombang panas tahun ini kembali mengingatkan pada tekanan iklim yang dihadapi negara berkembang dalam menyeimbangkan pertumbuhan industri dan pengendalian emisi.

Bagikan
Sumber: cnbcindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks