NUSA TENGGARA BARAT — Dua kontrak gas bumi diteken Pertamina EP di hari yang sama. Pertama, dengan PT Cikarang Listrindo untuk memasok kebutuhan industri di Jawa Barat. Kedua, dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk menopang produksi minyak dan gas di Wilayah Kerja Rokan, Riau.
Pasokan untuk Industri Jawa Barat Tembus 20 BSCF
PJBG dengan Cikarang Listrindo berlaku hingga 16 September 2035. Gas akan dialirkan dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field, dengan volume total 20 miliar standar kaki kubik (BSCF).
Direktur Utama Pertamina EP Rachmat Hidajat menyebut perjanjian ini memberikan kepastian pasokan energi untuk sektor industri di Jawa Barat. “Kesepakatan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi dan berkontribusi positif terhadap daya saing industri di Jawa Barat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Gas untuk Rokan: 35 TBTU Hingga 2030
Kontrak kedua diteken dengan PHR untuk mendukung produksi dan operasi hulu migas di Wilayah Kerja Rokan. Volume pasokan gas mencapai 35 triliun British Thermal Unit (TBTU) dengan masa kontrak hingga 31 Desember 2030.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rachmat Hidajat bersama Direktur Cikarang Listrindo Yudho Pratikto dan Direktur Utama PHR Muhamad Arifin. Pertamina EP memastikan penerimaan negara dari penjualan gas di wilayah Jawa dan Sumatra tetap terjaga lewat dua kontrak ini.
Dampak ke Ekonomi Daerah dan Negara
Dengan kontrak jangka panjang, industri di Jawa Barat mendapat kepastian aliran gas untuk operasional pabrik. Sementara di Riau, pasokan gas ke PHR menjaga laju produksi minyak bumi di salah satu blok paling produktif Indonesia.
Dari sisi fiskal, negara memperoleh bagian atas penjualan gas dari Wilayah Kerja Pertamina EP. Perusahaan menyebut langkah ini memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
Dua kontrak ini menjadi sinyal bahwa Pertamina EP serius menjaga rantai pasok energi di dua pulau utama Indonesia. Dengan volume total setara 20 BSCF dan 35 TBTU, perusahaan mengamankan pendapatan jangka panjang sekaligus mendukung target produksi nasional.