MATARAM — Gema Ahmad Muzakir, loyalis Partai Demokrat sejak 2008 yang resmi menjadi kader pada 2022, kini aktif membangun komunikasi dengan pengurus dan kader di berbagai daerah di NTB. Pendekatan yang ia lakukan lebih banyak bertumpu pada kerja lapangan dan penguatan organisasi hingga tingkat bawah.
Menurut sejumlah kader, cara ini membuat Gema cukup diterima di berbagai kalangan internal partai. Ia juga dinilai mampu menjaga semangat kebersamaan dan loyalitas sebagai fondasi utama partai.
Mengapa Demokrat NTB Butuh Cara Baru?
Gema menilai tantangan politik ke depan akan semakin dinamis. Partai, menurutnya, tidak cukup hanya solid secara internal, tetapi juga harus mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan kedekatan dengan rakyat, khususnya generasi muda.
"Politik hari ini bergerak cepat. Partai harus tetap solid, tapi juga harus bisa mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan kedekatan dengan rakyat," ujarnya dalam sejumlah pertemuan dengan kader.
Dukungan Mulai Mengalir dari Pengurus Daerah
Dari perjalanan panjang pengabdiannya, dukungan terhadap Gema mulai berdatangan dari sejumlah pengurus dan kader di daerah. Ia disebut mendapat sokongan dari Ketua DPC Demokrat Lombok Barat, organisasi sayap partai, dan beberapa elemen kader lainnya.
Gema memandang dukungan tersebut sebagai semangat bersama untuk menjaga Demokrat NTB tetap tumbuh dan memiliki energi baru. Ia menekankan bahwa yang terpenting bukan soal siapa, melainkan bagaimana partai bisa tetap kuat, bersama, dan dipercaya masyarakat.
"Yang terpenting sebenarnya bukan soal siapa, tapi bagaimana Demokrat NTB bisa tetap kuat, tetap bersama, dan tetap dipercaya masyarakat," tutupnya.