NUSA TENGGARA BARAT — Video singkat memperlihatkan seorang pria dan wanita berpelukan sambil berbaring di kawasan Gunung Prau, Wonosobo, memicu perbincangan hangat di media sosial. Rekaman itu diunggah akun Instagram @basecamp_prau_dieng pada Senin (31/8). Dalam video, perekam terdengar menegur keras pasangan tersebut.
"Woi! Jangan mesum di gunung! Kurang ajar!" demikian bunyi teguran yang kemudian memicu cekcok. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa gunung adalah ruang publik dengan norma yang mengikat.
Aturan Tertulis yang Wajib Dipatuhi Setiap Pendaki
Pengelola Basecamp Gunung Prau via Patak Banteng, Solichun, membenarkan kejadian tersebut. Setiap pendaki yang mendaftar telah menerima brosur berisi larangan dan sanksi.
"Setiap pengunjung itu kan dikasih brosur peraturan. Di situ ada juga peraturannya kok jelas. Jadi memang dilarang berbuat mesum di gunung? Iya, dilarang," tegas Solichun saat dihubungi detikJateng.
Aturan ini bukan formalitas belaka. Larangan berbuat tak senonoh merupakan bagian dari etika dasar pendakian, mencakup larangan merusak alam, membuang sampah sembarangan, dan mengganggu kenyamanan pendaki lain.
Apa yang Terjadi Usai Video Viral?
Peristiwa bermula ketika pendaki lain memergoki pasangan tersebut tengah bermesraan. Situasi memanas setelah pria dalam video merasa tak terima direkam. Solichun menjelaskan, pertengkaran mulut sempat terjadi di atas gunung sebelum akhirnya dilaporkan ke basecamp.
"Menurut info di grup dibahas juga kan, katanya ada pendaki, terus memergoki, terus divideo. Divideo itu yang laki-laki itu bilang ini sama yang rekam itu kayak anjing, apalah gitu, ngata-ngatain yang rekam," ujarnya.
Hingga kini, pengelola belum menjatuhkan sanksi karena identitas kedua pendaki itu belum diketahui. "Kalau tindak lanjut dari pengelola basecamp belum ada karena terkait video tersebut kan kita orangnya atau identitasnya dari mana," kata Solichun.
Etika Mendaki yang Harus Dijaga Generasi Milenial
Gunung Prau yang terkenal dengan hamparan savana dan panorama sunrise selalu ramai dikunjungi, terutama akhir pekan. Kepadatan pengunjung menuntut kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban. Pengelola menegaskan setiap pelanggaran akan mendapat sanksi.
Dalam unggahan Instagramnya, pihak basecamp menulis: "GUNUNG BUKAN TEMPAT UNTUK MESUM! BANYAK JENIS2 PELANGGARAN YANG AKAN ADA SANKSI TERSENDIRI JIKA KALIAN MELANGGAR, JADILAH PENDAKI YANG BER ETIKA DAN MEMATUHI SEGALA PERATURAN YANG ADA!"
- Hormati norma kesopanan dan kearifan lokal di area gunung.
- Patuhi seluruh aturan yang tercantum dalam brosur saat registrasi.
- Laporkan pelanggaran ke petugas basecamp, jangan main hakim sendiri.
- Jaga kenyamanan pendaki lain dengan tidak melakukan tindakan privat di ruang publik.
Bagi pendaki pemula yang baru pertama kali mencoba Prau, penting dipahami bahwa gunung adalah ruang bersama dengan aturan mengikat. Kenyamanan pribadi bukan segalanya—ratusan pendaki lain juga berhak menikmati alam dengan tenang. Jalur Patak Banteng yang populer tetap menjadi pilihan favorit, tetapi pengalaman terbaik lahir dari perilaku yang menghormati alam dan sesama.
Kawasan Gunung Prau yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara ini menawarkan trekking menantang dengan durasi 3-4 jam dari basecamp. Sebelum berangkat, pastikan kondisi fisik prima dan peralatan lengkap. Untuk informasi resmi terkini mengenai aturan dan status pendakian, hubungi pengelola basecamp via Patak Banteng atau kunjungi akun media sosial resmi mereka.