Pencarian

El Nino Keringkan Sungai, PLTA Sulawesi Kehilangan 650 MW

Rabu, 23 September 2026 • 08:49:01 WIB
El Nino Keringkan Sungai, PLTA Sulawesi Kehilangan 650 MW
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berbicara dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang.

NUSA TENGGARA BARAT — Kapasitas pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sulawesi bagian selatan berkurang sekitar 650 megawatt (MW) akibat fenomena El Nino yang membuat debit air sungai menyusut. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengungkap hal itu dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (22/9/2026). PLN menutup kekurangan pasokan dengan menambah pembangkit tenaga surya yang dilengkapi sistem penyimpanan baterai (BESS).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan El Nino telah menurunkan debit air di sejumlah sungai yang menjadi sumber penggerak PLTA. Dampaknya, produksi listrik dari pembangkit berbasis air itu tidak lagi maksimal. Ia menyebut kondisi serupa terjadi di beberapa wilayah lain yang mengandalkan PLTA sebagai tulang punggung pasokan listrik.

"Debit air berkurang, sungai berkurang, pasti menghasilkan listrik yang tidak maksimal. Itu yang terjadi di beberapa wilayah yang memakai PLTA," ujar Bahlil dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD Tangerang, Selasa (22/9/2026).

Berapa Besar Kapasitas PLTA yang Hilang

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo membeberkan angka konkretnya. Di Sulawesi bagian selatan, kapasitas PLTA berkurang sekitar 650 MW. Angka itu cukup besar untuk menggambarkan betapa seriusnya tekanan kekeringan terhadap sistem kelistrikan setempat.

"Memang dengan ada kondisi El Nino ini untuk PLTA itu kapasitasnya itu menjadi sangat berkurang. Sebagai contoh di Sulawesi bagian selatan itu berkurang sekitar 650 MW," kata Darmawan di forum yang sama.

Penurunan kapasitas sebesar itu tidak terjadi tiba-tiba. El Nino menggeser pola curah hujan, membuat aliran sungai yang biasanya menggerakkan turbin PLTA melemah. Pembangkit yang dirancang beroperasi pada debit air tertentu akhirnya harus berjalan di bawah kapasitas terpasangnya.

Bagaimana PLN Menambal Kekurangan Pasokan

PLN tidak hanya menunggu musim hujan datang. Darmawan menyebut perusahaan menambah pasokan listrik lewat pembangkit listrik tenaga surya yang dilengkapi battery energy storage system (BESS). Kombinasi ini memungkinkan energi matahari tetap tersedia saat dibutuhkan, termasuk pada musim kering.

"Sehingga pada waktu musim kering, sehingga tambahan energi dari pembangkit listrik tenaga surya dengan battery energy storage system. Kemudian juga untuk di daerah-daerah lain juga menghadapi tantangan saat ini dengan adanya El Nino," terang Darmawan.

Langkah ini menempatkan tenaga surya dan penyimpanan baterai sebagai penopang sementara ketika pembangkit air kehilangan tenaga. BESS berfungsi menyimpan kelebihan energi di siang hari, lalu melepaskannya saat permintaan listrik naik atau pasokan dari PLTA menipis.

Wilayah Lain juga Menghadapi Tekanan Serupa

Sulawesi bagian selatan bukan satu-satunya daerah yang terdampak. Darmawan mengakui daerah-daerah lain turut menghadapi tantangan yang sama selama periode El Nino. Artinya, risiko penurunan pasokan tidak terbatas pada satu wilayah saja, melainkan menyebar ke sejumlah daerah yang bergantung pada PLTA.

Bagi pelanggan di wilayah terdampak, persoalannya bukan sekadar angka di atas kertas. Penurunan kapasitas pembangkit menuntut PLN bekerja lebih keras menjaga keandalan pasokan, terutama saat beban puncak pada malam hari. Penambahan tenaga surya plus baterai menjadi salah satu cara menutup celah itu tanpa harus memadamkan layanan.

Pemerintah sendiri menaruh perhatian besar pada bauran energi terbarukan, termasuk air dan surya, dalam rencana pasokan listrik nasional. Namun peristiwa El Nino menunjukkan bahwa sumber energi yang bergantung pada cuaca punya kerentanan tersendiri. Kombinasi beberapa jenis pembangkit dan penyimpanan energi menjadi kunci menjaga pasokan tetap stabil ketika satu sumber melemah.

Bagi PLN, ujiannya adalah menjaga keandalan jaringan di tengah cuaca yang makin sulit diprediksi, sekaligus mempercepat penambahan kapasitas energi terbarukan yang tidak bergantung pada debit sungai.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks