MATARAM — Forum tertinggi organisasi olahraga prestasi NTB itu justru menuntaskan agenda dengan skenario yang tak terduga. Alih-alih memilih pemimpin baru, KONI NTB kini berada dalam masa transisi di bawah kendali KONI Pusat.
Perwakilan KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Eko Budi S, menegaskan bahwa seluruh tahapan Musorprov tetap berjalan sesuai mekanisme. Ia menyebut proses demokrasi berjalan normal meski tidak ada calon yang lolos.
Bukan Deadlock, tapi Gagal Administrasi
Kegagalan memilih ketua bukan karena kebuntuan dalam persidangan. Dua bakal calon yang mengikuti proses penjaringan dan penyaringan dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi berdasarkan hasil verifikasi TPP.
Ketua Panitia Musorprov XIII KONI NTB, I Gusti Lanang Bratasuta, dalam laporan pembukaan menyampaikan bahwa agenda pemilihan atau penetapan Ketua Umum periode 2026-2030 tidak dapat dilaksanakan dengan alasan tersebut.
Seruan Persatuan Jelang PON 2028
Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, dalam sambutan pembukaan mengingatkan bahwa tantangan olahraga NTB ke depan tidak mudah. NTB bersama NTT akan menjadi tuan rumah PON XXII 2028.
"Soliditas KONI NTB adalah kunci utama keberhasilan kita di tahun 2028," tegas Indah.
Ia meminta seluruh elemen olahraga tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan. Menurutnya, PON 2028 harus menjadi momentum mengembangkan sport tourism, menggerakkan ekonomi, dan memperkenalkan NTB ke tingkat nasional maupun internasional.
"Kita harus saling memperbaiki kekurangan masing-masing, bukan saling menjatuhkan," ujarnya.
Mori: Tidak Ada Lagi Kubu-Kubuan
Ketua Umum KONI NTB periode 2022-2026, H Mori Hanafi, menyebut Musorprov XIII memiliki posisi strategis. Forum ini tidak hanya mengevaluasi pertanggungjawaban organisasi, tetapi juga menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan ke depan.
"Kita boleh berbeda, tapi kita harus bersatu. Kita semua bermain untuk NTB dan kita semua bermain untuk olahraga," tegasnya.
Mori meminta siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin KONI NTB segera merangkul seluruh elemen olahraga. Ia menegaskan tidak ada lagi kubu-kubuan atau kelompok yang merasa menang.
Potensi Atlet NTB Harus Dikelola Serius
Eko Budi S menyebut NTB sebagai daerah yang kaya talenta atlet. Ia mencontohkan keberhasilan sprinter Lalu Muhammad Zohri yang menjadi juara dunia lari 100 meter U-20 pada 2018.
"Di NTB ini gudangnya atlet. Saya lihat bibitnya ada di sini, jadi memang harus dikelola dengan baik," ujar Eko.
Ia menekankan pembinaan tidak bisa hanya dibebankan kepada KONI maupun pemerintah. Diperlukan sinergi dengan DPRD, dunia usaha, swasta, dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi itu bisa melahirkan prestasi berkelanjutan.
Mekanisme Transisi Disiapkan
Karena tidak ada ketua terpilih, KONI Pusat menyiapkan mekanisme transisi. Eko menegaskan bahwa kendali KONI NTB untuk sementara diambil alih pusat.
"Mulai sekarang untuk KONI NTB diambil alih. Tentunya nanti KONI Pusat yang menyiapkan caretaker," katanya.
Caretaker akan bertugas menggelar musyawarah lanjutan untuk memilih Ketua Umum definitif. Eko memastikan proses yang berlangsung tidak cacat prosedural, sehingga seluruh tahapan yang telah dilakukan tetap sah dan menjadi dasar penyelenggaraan musyawarah berikutnya.