PEMALANG — Berawal dari keterbatasan ekonomi yang membuatnya terjebak utang, Mutoharoh memutuskan mencari penghasilan tambahan lewat jualan online. Pilihannya jatuh pada produksi tas dan dompet wanita yang bisa dikerjakan di sela rutinitas utama.
“Saat itu kami terjebak dalam utang yang cukup besar, sehingga penghasilan yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja,” ujarnya.
Biru Tsabita: Dari Dompet Custom ke Pasar Malaysia
Sejak didirikan pada 2019, Biru Tsabita menghadirkan beragam produk, mulai dari tas hingga dompet wanita. Dompet menjadi salah satu lini paling laris, dipasarkan melalui marketplace dan jalur kemitraan. Tak hanya produk jadi, usaha ini juga melayani pesanan custom sesuai permintaan pelanggan.
Jangkauan pemasaran Biru Tsabita saat ini telah mencakup berbagai wilayah di Indonesia, dan sempat menembus pasar Malaysia. Seiring perkembangan, usaha Mutoharoh kini menyerap 33 tenaga kerja.
Program BRIncubator 2025: Akselerator yang Paling Terasa Manfaatnya
Menurut Mutoharoh, pendampingan dari Rumah BUMN BRI menjadi titik balik pengembangan usahanya. Dari berbagai pelatihan yang diikuti, ia menilai Program BRIncubator BRI 2025 memberikan manfaat paling konkret, khususnya dalam membuka jaringan relasi dan menambah wawasan bisnis.
“Seluruh pelatihan yang dihadirkan Rumah BUMN BRI sangat membantu kami, khususnya Program BRIncubator BRI 2025 yang sejauh ini paling terasa manfaatnya bagi pengembangan usaha,” ujarnya.
Untuk menunjang operasional dan transaksi, Mutoharoh memanfaatkan aplikasi BRImo dan QRIS BRI. Ke depan, ia menargetkan perluasan jaringan melalui penguatan marketplace dan kemitraan agar jangkauan pasar semakin luas.
BRI: Bukti Usaha dari Keterbatasan Bisa Tumbuh
Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan Biru Tsabita menjadi contoh nyata bahwa usaha yang dimulai dari keterbatasan bisa berkembang jika dijalankan dengan kesungguhan dan keterbukaan untuk belajar.
“Biru Tsabita menunjukkan bahwa dari keterbatasan bisa lahir usaha yang terus berkembang dan memberi penghidupan. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pelaku UMKM agar punya ruang untuk belajar, memperluas pasar, dan melangkah lebih jauh dengan usaha yang semakin kuat,” ujar Dhanny.