NUSA TENGGARA BARAT — Data pemasangan baterai EV global periode Januari hingga Mei 2026 menunjukkan peta persaingan yang kian panas. CATL, raksasa baterai asal Tiongkok, tak tergoyahkan di puncak dengan pertumbuhan pemasangan mencapai 22,9% year-on-year. Angka ini menegaskan posisi mereka sebagai pemasok utama bagi pabrikan mobil global, bukan hanya di dalam negeri.
BYD Tertekan, LG Energy Solution Bertahan di Peringkat Tiga
BYD yang juga produsen mobil listrik terintegrasi, mencatatkan pemasangan 67,6 GWh. Meski masih kuat di posisi kedua, pangsa pasarnya mengalami sedikit penurunan. Ini sinyal bahwa persaingan di sektor hulu mulai merata, tidak lagi didominasi segelintir pemain.
Di peringkat ketiga, LG Energy Solution asal Korea Selatan membukukan 41,0 GWh atau setara 8,7% pangsa pasar. Mereka menjadi satu-satunya representasi non-Tiongkok di tiga besar yang konsisten menekan laju kompetitor dari daratan Tiongkok.
Tiongkok Kuasai 72,6% Pasar, Tujuh Perusahaan Masuk Top 10
Salah satu temuan paling mencengangkan adalah dominasi absolut perusahaan Tiongkok. Dari sepuluh produsen baterai EV teratas dunia, tujuh di antaranya berasal dari Tiongkok. Secara kolektif, mereka menguasai 72,6% total pasar global.
Selain CATL dan BYD, nama-nama seperti CALB (5,1%), Gotion High-tech (4,6%), Eve Energy (3,3%), Svolt (2,6%), dan Sunwoda (2,4%) turut mengisi papan atas. Keunggulan ini didorong oleh ekosistem industri yang kuat dan kapasitas produksi masif untuk memenuhi permintaan domestik sekaligus ekspor.
Nasib Panasonic dan SK On: Tertinggal di Tengah Gelombang Baru
Pemain lama seperti Panasonic kini hanya mencatatkan pangsa 3,2%, turun signifikan dari era dominasi mereka di awal perkembangan EV. SK On dan Eve Energy bersaing ketat di kisaran 3,4% dan 3,3%.
Persaingan ke depan diprediksi semakin sengit. CATL disebut terus menggenjot riset baterai solid-state untuk mempertahankan keunggulan. Sementara BYD akan mengandalkan strategi integrasi vertikal untuk merebut kembali pangsa yang hilang. Di sisi lain, LG Energy Solution dan Panasonic diyakini akan memperkuat kemitraan dengan pabrikan global serta ekspansi pabrik di luar Tiongkok untuk menantang dominasi Negeri Panda.