SUMBAWA BESAR — Operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sumbawa terhenti sementara sejak Kamis (11/6). Akibatnya, ribuan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sementara tidak mendapatkan jatah makanan bergizi yang selama ini mereka terima.
Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dua SPPG yang berhenti beroperasi. Namun, ia memastikan penghentian ini murni masalah administrasi anggaran.
Bukan karena Pelanggaran, Tunggu Dana dari BGN
Rusmayadi menegaskan bahwa penghentian operasional dua SPPG itu tidak ada kaitannya dengan kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola satuan pelayanan. “Bukan karena kesalahan SPPG sehingga operasionalnya berhenti sementara, tetapi karena penyaluran anggaran dari BGN yang sedikit terlambat,” ujarnya di Sumbawa Besar, Kamis (11/6).
Ia menambahkan, pihak BGN berjanji anggaran operasional untuk kedua SPPG tersebut bisa diterima pada hari Jumat (12/6) hari ini. “Mereka janji hari Jumat anggaran untuk operasionalnya sudah bisa diterima,” kata Rusmayadi.
Dari 27 SPPG Kini Tersisa 25 yang Beroperasi
Pemkab Sumbawa mencatat, sebelum penghentian sementara ini, terdapat 27 SPPG yang beroperasi aktif di seluruh kabupaten. Dengan berhentinya dua unit, kini hanya tersisa 25 SPPG yang masih melayani masyarakat.
Penghentian ini jelas berdampak pada cakupan penerima manfaat. Rusmayadi mengaku belum melakukan pengecekan utuh terhadap jumlah sasaran yang dilayani oleh dua SPPG tersebut. Namun, dengan estimasi normal masing-masing SPPG melayani 2.000 hingga 3.000 orang penerima manfaat, maka ribuan warga dipastikan terdampak.
Satgas Minta BGN Segera Cairkan Dana Operasional
Pemerintah daerah melalui Satgas MBG mendesak BGN untuk segera menyelesaikan penyaluran dana operasional. Rusmayadi berharap agar keterlambatan seperti ini tidak terulang kembali agar masyarakat bisa terus merasakan manfaat program unggulan pemerintah tersebut.
“Kami selaku satgas meminta agar pemerintah (BGN) ini bisa segera menyelesaikan penyaluran dana operasional itu sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari adanya program tersebut,” tegasnya.
Ia pun berharap agar setelah anggaran cair, kedua SPPG yang berhenti sementara bisa langsung beroperasi kembali dan melayani ribuan penerima manfaat MBG di Sumbawa tanpa hambatan lagi.