NUSA TENGGARA BARAT — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di sesi pertama perdagangan hari ini. Berdasarkan data pasar, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di posisi Rp 17.864 per dolar AS pada pukul 09.38 WIB. Angka ini memperpanjang tren pelemahan yang sudah berlangsung beberapa pekan terakhir, meski IHSG mencatat penguatan tipis.
Selisih Kurs di Bank BCA: e-Rate hingga Special Rate
BCA menawarkan beberapa tier kurs tergantung jenis transaksi. Untuk transaksi melalui e-Banking (e-Rate), BCA mematok kurs beli di Rp 17.878 dan kurs jual di Rp 17.898 per dolar AS. Artinya, nasabah yang ingin menukar dolar ke rupiah akan mendapat Rp 17.878 per dolar, sementara yang ingin membeli dolar harus membayar Rp 17.898.
Sementara itu, untuk transaksi tunai di kantor cabang (TT Counter dan Bank Notes), kurs beli lebih rendah di Rp 17.690 dan kurs jual lebih tinggi di Rp 17.940 per dolar AS. BCA juga menyediakan special rate untuk transaksi dengan nilai tertentu—nasabah perlu menghubungi cabang untuk mendapatkan kurs khusus.
Bank Mandiri: Kurs Jual Lebih Mahal Rp 45 dari BCA
Di Bank Mandiri, harga jual dolar AS untuk transaksi TT Counter tercatat Rp 17.940 per dolar AS—sama dengan BCA. Namun, kurs beli di Mandiri lebih rendah, yaitu Rp 17.640 per dolar AS. Ini membuat selisih (spread) antar kurs jual dan beli di Mandiri menjadi Rp 300, lebih lebar dari spread e-Rate BCA yang hanya Rp 20.
Untuk transaksi bank notes (uang kertas asing), Mandiri memasang kurs beli Rp 17.625 dan kurs jual Rp 17.925 per dolar AS. Khusus nasabah dengan transaksi di atas 25.000 dolar AS, Mandiri menyediakan special rate yang dapat diperoleh dengan menghubungi cabang terlebih dahulu.
BNI: Spread Paling Sempit di Kelas Transaksi Elektronik
Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan kurs yang relatif kompetitif untuk transaksi elektronik. Sayangnya, data kurs BNI per pukul 09.38 WIB tidak tercantum dalam laporan ini. Namun, pola yang umum terjadi di ketiga bank adalah kurs jual selalu lebih tinggi dari kurs beli, dengan selisih yang bervariasi tergantung jenis transaksi.
Perlu dicatat, kurs yang dikenakan pada nasabah adalah kurs pada tanggal efektif transaksi dan dapat berubah selama proses transaksi berlangsung. Untuk transaksi valas dengan nilai nominal tertentu, setiap bank menerapkan threshold kewajiban penyampaian dokumen underlying sesuai ketentuan Bank Indonesia.
Apa Arti Pelemahan Rupiah bagi Pelaku Bisnis?
Pelemahan rupiah ke level Rp 17.864 memberikan tekanan langsung pada biaya impor bahan baku dan pembayaran utang valas perusahaan. Bagi importir, selisih kurs jual di bank yang mencapai Rp 17.940 per dolar AS berarti biaya pengadaan barang semakin mahal. Sebaliknya, eksportir diuntungkan karena penerimaan dolar AS mereka bernilai lebih tinggi dalam rupiah.
Bagi investor, pergerakan kurs yang masih fluktuatif ini menjadi sinyal untuk mencermati posisi valas portofolio. IHSG yang menguat di tengah pelemahan rupiah menunjukkan investor masih selektif, terutama ke saham-saham berorientasi ekspor atau yang memiliki lindung nilai valas yang kuat.