NUSA TENGGARA BARAT — Lestari Award bukan sekadar ajang penghargaan biasa. Ajang ini menilai sejauh mana perusahaan menerapkan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) secara inovatif dan berdampak nyata. Tahun ini, 14 kategori penilaian dievaluasi oleh 12 dewan juri independen dari unsur pemerintah, akademisi, hingga praktisi keberlanjutan melalui sistem penilaian berlapis.
Telkom sendiri masuk dalam kategori Talent Management berkat program bertajuk Building Future-Ready Digital Leaders Across TelkomGroup. Program ini dirancang oleh unit Talent Management Policy dan dijalankan bersama Telkom Corporate University Center (TCUC) serta Assessment Corporate University (ACI).
Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menjelaskan bahwa People Development Plan (PDP) dirancang sebagai strategi pengembangan talenta yang mampu memperkuat kompetensi SDM di tengah dinamika industri digital. "Membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan dimulai dari memastikan setiap insan TelkomGroup memiliki ruang untuk terus belajar, bertumbuh, dan mengambil peran dalam menciptakan dampak bagi bisnis," ujar Willy.
Program PDP tidak hanya berhenti pada pelatihan konvensional. Cakupannya meliputi pengembangan kompetensi, coaching dan mentoring, experiential learning, riset dan inovasi, serta pemanfaatan platform pembelajaran digital. Semua itu dilengkapi proses asesmen untuk memastikan kesiapan talenta menghadapi tantangan bisnis ke depan.
Fokus program ini menyasar berbagai sektor bisnis strategis TelkomGroup: dari layanan Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B), pengembangan infrastruktur digital, hingga penguatan kompetensi kepemimpinan. Pendekatan itu memastikan setiap talenta memiliki kemampuan yang sesuai kebutuhan bisnis saat ini sekaligus siap mendukung transformasi perusahaan.
Senior Vice President Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menempatkan pengembangan talenta sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis. "Keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui inovasi teknologi maupun pengelolaan lingkungan, tetapi juga melalui investasi pada manusia," kata Reza.
Ia menambahkan, ekosistem pengembangan talenta menjadi fondasi bagi Telkom dalam menyiapkan karyawan yang adaptif dan memiliki kompetensi masa depan. Keberhasilan ini juga memperkuat implementasi pilar Empower Our People dalam inisiatif GoZero% Sustainable Action by Telkom Indonesia.
Berkat pencapaian ini, Telkom berhak mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat regional bersama para pemenang kategori lainnya. Perusahaan berkomitmen terus memperkuat pengembangan talenta sebagai investasi strategis untuk meningkatkan daya saing, mendorong inovasi, serta menciptakan nilai berkelanjutan bagi perusahaan, pelanggan, dan masyarakat.