Gubernur NTB Kucurkan Rp3 Miliar untuk 350 Kepala Keluarga di Lombok Selatan, Padukan Bantuan Usaha dan Antisipasi Kekeringan

Penulis: Okta Nugraha  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 08:20:01 WIB
Gubernur NTB meninjau penyaluran bantuan Program Desa Berdaya Transformatif di Lombok Tengah, Senin (27/7).

PRAYA — Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari pesatnya pembangunan kawasan Mandalika. Ia meninjau langsung Desa Pandan Indah, Mangkung, dan Sengkol, Senin (27/7), untuk mengecek penyaluran bantuan Program Desa Berdaya Transformatif.

“Pembangunan di kawasan selatan berkembang sangat cepat. Namun, kita tidak ingin ada masyarakat yang tertinggal,” ujar Miq Iqbal, sapaan Gubernur NTB, saat berada di Lombok Tengah.

Bantuan Usaha dan Paket Kebutuhan Dasar untuk 380 Keluarga

Dana Rp3 miliar tersebut tidak dibagikan secara tunai. Pemerintah provinsi menyalurkan modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing keluarga penerima manfaat — mulai dari perdagangan, pengolahan pangan, hingga peternakan unggas. Penyaluran dilakukan secara fleksibel melalui pemerintah desa maupun langsung ke warga.

Di Desa Mangkung, sebanyak 380 calon penerima juga mendapat paket kebutuhan dasar: kasur, selimut, pakaian, beras, gula, minyak goreng, dan mi instan. Miq Iqbal bersama jajaran OPD mendatangi rumah warga seperti Lalu Asli di Dusun Mangkung Lauk, serta Lalu Adnan, Lalu Dani, dan Maujud di Dusun Batu Samban untuk memastikan bantuan sampai.

Kelompok Wanita Tani Jadi Pengelola Peternakan Ayam Petelur

Kepala Desa Sengkol, Satria Wijaya Sarap, mengatakan desanya menerima tiga bentuk dukungan dari Pemprov NTB sepanjang 2026. Selain bantuan CSR Bank NTB Syariah Rp100 juta untuk masjid dan revitalisasi Pasar Tradisional Sengkol Rp400 juta, ada Rp300 juta dari Program Desa Berdaya.

Dana itu digunakan untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola 55 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Bonglanda. “Program ini kami arahkan untuk usaha yang berkelanjutan. Pengelolaannya dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani karena dinilai lebih akuntabel,” ujar Satria.

Antisipasi Kekeringan: Sumur Bor dan Distribusi Air Bersih Disiagakan

Pemprov NTB tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi. Bersama BNPB, mereka tengah melakukan asesmen pembangunan sumur bor di wilayah rawan kekeringan di Lombok Selatan dan Sumbawa Selatan. Sambil menunggu, armada mobil tangki Dinas Sosial, BPBD, dan Biro Umum disiagakan untuk mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak.

Perbaikan infrastruktur pengendali banjir juga dipercepat. Bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Pemprov NTB memperbaiki check dam yang rusak, merencanakan peninggian elevasi jembatan lama, dan membangun tanggul pengaman sungai. Di sektor permukiman, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) ditargetkan minimal enam unit selesai dalam sepekan.

Revitalisasi Pasar Kuta dan Penguatan RS Mandalika

Untuk mendukung kawasan Mandalika, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran revitalisasi Pasar Kuta dan penguatan layanan RS Mandalika sebagai rumah sakit penunjang pariwisata. Desa Sengkol juga mengusulkan perbaikan lapangan olahraga seluas satu hektare dan renovasi gedung serbaguna desa.

Menjelang MotoGP Mandalika, Kepala Desa Sengkol menyampaikan komitmen masyarakat menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan. Pemerintah desa berharap proses rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur rampung sebelum ajang internasional tersebut digelar.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top