Pencarian

Saham Intel Anjlok 28%, Investor Hukum Raksasa Teknologi Gegara AI

Senin, 02 November 2026 • 11:19:31 WIB
Saham Intel Anjlok 28%, Investor Hukum Raksasa Teknologi Gegara AI
Saham Intel anjlok 28% dalam sehari, memangkas lebih dari USD 130 miliar nilai pasar produsen mikroprosesor tersebut.

NUSA TENGGARA BARAT — Saham Intel anjlok 28% pada perdagangan Jumat waktu setempat, memangkas lebih dari USD 130 miliar nilai pasar produsen mikroprosesor tersebut. Aksi jual meluas ke Alphabet yang turun 1,4% setelah sempat terjun 12% sehari sebelumnya, sementara Nasdaq menutup Oktober dengan penurunan bulanan terburuk sejak Maret 2025. Pasar mulai mempertanyakan apakah belanja AI senilai hampir USD 1 triliun akan berbuah pendapatan.

Tekanan jual sebenarnya sudah terasa sejak Kamis, ketika Alphabet kehilangan lebih dari USD 500 miliar valuasi dalam satu sesi. Pemicunya bukan sekadar kinerja kuartalan, melainkan pengakuan bahwa ringkasan AI yang kini tampil sebagai jawaban teratas di mesin pencari mulai menggerus pendapatan iklan perseroan.

Alphabet juga memproyeksikan belanja modal hingga USD 205 miliar tahun ini, hampir seluruhnya untuk infrastruktur AI. Angka itu membuat total komitmen belanja AI lima raksasa teknologi mendekati USD 1 triliun.

Belanja Jumbo, Pendapatan Tak Selalu Ikut Naik

Meta, Alphabet, Oracle, Amazon, dan Microsoft tercatat berkomitmen membelanjakan total USD 800 miliar pada 2026. Skala pengeluaran itu jauh melampaui laju pertumbuhan pendapatan yang berhasil mereka bukukan sejauh ini.

Amazon mengungkapkan telah menghabiskan kas lebih besar ketimbang yang dihasilkannya, dengan belanja yang melonjak enam kali lipat dalam tiga bulan. Perusahaan masih mengalokasikan USD 220 miliar tahun ini untuk data center AI, peralatan jaringan, dan server.

Intel mengambil langkah berbeda arah. Perusahaan tetap menaikkan belanja AI meski permintaan komputer melemah, padahal segmen PC merupakan sumber permintaan utama mikroprosesornya. Pasar merespons dengan menjatuhkan sahamnya 28% dalam sehari.

Reddit dan Roblox Ikut Terdampak

Reddit anjlok 29% setelah melaporkan angka pengguna harian di bawah perkiraan. Manajemen secara eksplisit memperingatkan bahwa pencarian Google yang makin digerakkan AI mulai mengurangi lalu lintas referal ke platform mereka.

Roblox turun 18% seiring melemahnya jumlah pengguna aktif harian. Dua kasus ini menunjukkan bahwa dampak AI tidak berhenti di emiten semiconductor dan cloud, tapi merambat ke platform yang bergantung pada distribusi pencarian.

Investor Menuntut Hasil Nyata

Kathleen Brookes, direktur riset perusahaan perdagangan XTB, menilai pasar sedang memasuki fase baru dalam memperlakukan saham AI.

"Investor jadi tanpa ampun, menghukum tiap tanda kekecewaan dalam pendapatan. Perdagangan AI telah mengalami masa yang baik beberapa tahun terakhir, tapi sekarang investor menginginkan hasil, dan perusahaan seperti Alphabet dan Intel menjadi sasarannya," ujarnya, dikutip dari BBC.

Perdebatan soal gelembung AI makin terbuka di kalangan analis. Kekhawatiran utamanya sederhana: biaya membangun data center dan mengembangkan software bisa jadi lebih besar ketimbang pendapatan yang mampu dihasilkan aset-aset tersebut.

Belum Semua Kehilangan

Meski Nasdaq ditutup 2,8% lebih rendah pada sesi terakhir, indeks tersebut masih naik 7,8% dalam 12 bulan terakhir. Amazon mencatat kenaikan hampir 8% setahun, sedangkan Alphabet justru turun tipis 1,3%.

Artinya, koreksi ini lebih tepat dibaca sebagai koreksi terhadap ekspektasi ketimbang keruntuhan sektor. Pasar tidak menghukum keberadaan AI, melainkan mempertanyakan tenggat kapan investasi raksasa itu berubah menjadi laba.

Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup di Indonesia, sinyalnya relevan. Era belanja AI tanpa batas kesabaran pemodal tampaknya mulai berakhir, dan metrik efisiensi akan kembali menjadi penentu valuasi.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks