NUSA TENGGARA BARAT — Danantara menyiapkan peta jalan investasi berbasis teknologi untuk mempercepat transformasi industri Indonesia, dengan fokus mengubah proyek berdampak tinggi menjadi lahan investasi yang bankable. Peta jalan itu dibahas dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang melibatkan BUMN, menteri, regulator, dan mitra global.
Danantara menargetkan hasil forum tidak berhenti pada pertukaran gagasan, melainkan berlanjut menjadi proyek investasi konkret. CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan sinergi antara inovasi, investasi, dan kolaborasi menjadi kunci mengubah teknologi menjadi kapabilitas industri yang menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tiga Hari Diskusi, Ukurannya Hasil Setelahnya
Rosan menempatkan forum sebagai titik awal, bukan akhir. Menurut dia, keberhasilan DTIIF 2026 tidak diukur dari panjangnya diskusi, tetapi dari apa yang terjadi setelah rangkaian acara selesai.
"Keberhasilan forum ini tidak akan diukur dari diskusi yang kita lakukan selama tiga hari ke depan, melainkan dari apa yang terjadi setelahnya," ujar Rosan dalam DTIIF 2026.
Melalui forum itu, Danantara berupaya membangun kemitraan strategis sekaligus membuka peluang investasi dengan melibatkan modal dan keahlian global. Ambisinya mendorong transformasi ekonomi dan industri lewat kerja sama jangka panjang.
Dari Proyek Berdampak Tinggi ke Investasi Bankable
Salah satu upaya yang disiapkan adalah mengubah proyek-proyek berdampak tinggi di sektor swasta menjadi peluang investasi yang layak secara finansial atau bankable. Dengan cara itu, proyek berpotensi menarik pendanaan sekaligus mendukung pengembangan industri nasional.
Pendekatan tersebut menempatkan Danantara bukan sekadar pengumpul dana, tetapi penghubung antara kebutuhan pembangunan dan selera investor. Proyek yang sebelumnya sulit dibiayai ditata agar memenuhi standar kelayakan finansial.
Sektor yang Disasar: AI hingga Penerbangan
Danantara membahas peluang pengembangan investasi di sejumlah sektor strategis, mulai dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), infrastruktur digital, kemaritiman, hingga inovasi digital dan keuangan.
Sektor lain yang turut menjadi perhatian meliputi kelistrikan, mobilitas, dan penerbangan. Pembahasan ini berlangsung dalam rangkaian lokakarya Road to DTIIF yang telah berjalan sejak September 2026.
"Terkait untuk membahas berbagai sektor mulai dari AI dan infrastruktur digital, kemaritiman, inovasi digital dan keuangan, hingga kelistrikan, mobilitas, dan penerbangan," ujarnya.
Lokakarya tersebut mempertemukan badan usaha milik negara (BUMN), para menteri, regulator, serta mitra terkait untuk menjajaki peluang kolaborasi dan pengembangan investasi.
Arti Penting bagi Pasar Modal dan Industri
Bagi pelaku pasar, sinyal yang dilempar Danantara menunjukkan arah baru: teknologi ditempatkan sebagai instrumen investasi, bukan sekadar proyek belanja. Jika peta jalan ini berjalan, aliran modal global berpeluang masuk ke sektor yang selama ini bergantung pada pembiayaan negara.
Namun hasilnya bergantung pada kemampuan Danantara mengeksekusi. Forum tiga hari hanya membuka pintu. Keputusan investasi sesungguhnya akan terlihat dari proyek-proyek yang mulai dibiayai dalam beberapa bulan ke depan.