MATARAM — Ratusan peserta memadati halaman Markas PMI NTB di Kota Mataram. Mereka terdiri dari pengurus PMI NTB, relawan Korps Sukarela (KSR) dari UIN Mataram dan Universitas 45 Mataram, serta anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP, SMU, MAN, dan MTSN 1 Mataram.
Pengurus PMI Lombok Barat dan Kota Mataram turut hadir, termasuk tim Unit Donor Darah (UDD) PMI Lombok Barat. Apel berlangsung tertib dan khidmat.
Lalu Doddy: PMI Dibentuk Sebulan Setelah Proklamasi
Plt Ketua PMI NTB NS Lalu Doddy Setiawan dalam sambutannya menyoroti sejarah panjang organisasi. PMI dibentuk hanya satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia atas instruksi langsung Presiden Soekarno.
Mohammad Hatta kemudian ditunjuk sebagai ketua umum pertama yang meletakkan dasar kepemimpinan organisasi. Menurut Doddy, rentetan sejarah itu menjadi alasan tema HUT ke-81 tahun ini.
"Maka, tema HUT ke-81 yakni, Peduli, Bergerak dan Bersama, dirasa selaras untuk mendorong semua relawan di Provinsi NTB untuk tak henti terus menolong dengan sepenuh hati dengan tetap melakukan kolaborasi dengan semua pihak," ujar Doddy.
Makna Peduli, Bergerak, dan Bersama
Doddy menjabarkan tiga kata kunci dalam tema HUT ke-81. Peduli berarti upaya melihat, mendengar, dan merasakan kondisi sesama. Bergerak dimaknai sebagai langkah mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata.
Adapun Bersama dipahami sebagai cara menciptakan dampak lebih besar melalui kolaborasi. Dia juga mengingatkan seluruh relawan agar tetap memegang tujuh prinsip dasar gerakan palang merah internasional.
Prinsip itu meliputi kemanusiaan, kesamaan, dan kesukarelaan yang selama ini menjadi pilar utama misi pertolongan PMI.
"Peringatan usia ke-81 hari ini, menjadi momentum krusial untuk memperkuat solidaritas sosial seluruh elemen bangsa. Utamanya, kerja para relawan PMI," tegasnya.
Kekeringan Meluas, Distribusi Air Bersih Dilanjutkan
Doddy menyinggung kondisi kekeringan yang melanda seluruh wilayah Indonesia saat ini. Khusus di NTB, dampak kemarau panjang dan fenomena El Nino kian meluas ke sembilan kabupaten/kota.
Program Kick Off distribusi air bersih skala Provinsi NTB yang berjalan sejak awal Agustus 2026 diminta terus dilanjutkan. Peringatan dini BMKG memperkirakan dampak El Nino di wilayah NTB dan Indonesia berlangsung hingga awal 2027.
"Fenomena iklim yang berubah-ubah ini. Utamanya, fenomena El Nino yang memicu kekeringan harus membuat kader dan relawan PMI di semua wilayah NTB tetap kerja ekstra mengerahkan mobil tangki untuk membantu masyarakat dengan menyediakan air bersih," jelas Doddy.
Dia menekankan sasaran distribusi air bersih harus menjangkau pelosok perkampungan dan perbukitan yang warganya kesulitan akses air bersih.
UDD PMI Diminta Modernisasi Layanan
Tantangan di bidang kesehatan dan kebencanaan dinilai semakin kompleks. Doddy menyebut arahan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla agar UDD di semua wilayah Indonesia, termasuk NTB, mulai melakukan modernisasi pelayanan.
Salah satu langkahnya adalah pemanfaatan teknologi digital. Doddy menilai teknologi itu bisa mempermudah pemenuhan stok darah di NTB sekaligus mempercepat respons tanggap darurat.
"Insya Allah, dengan semangat kepedulian, gotong royong dan kolaborasi yang terus dipupuk, saya optimis jika keberadaan PMI di Provinsi NTB, akan mampu memberikan dampak positif yang berlanjut bagi kesejahteraan masyarakat," tandasnya.