MATARAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan potensi gelombang sangat tinggi berkisar 4 hingga 6 meter di Selat Lombok bagian selatan. Peringatan berlaku mulai Selasa (15/9/2026) dan diprakirakan berlangsung dua hingga tiga hari.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi ZAM, Ari Wibianto, mengatakan kondisi gelombang tidak konstan sepanjang hari. "Kondisi gelombang tidak konstan sepanjang hari dan mengikuti pola pergerakan angin," kata Ari.
Penyebab: Perbedaan Tekanan Udara Australia-Asia
Peningkatan tinggi gelombang dipicu menguatnya kecepatan angin di wilayah perairan. Kondisi ini berkaitan dengan perbedaan tekanan udara antara pusat tekanan tinggi di sekitar Australia dan wilayah Asia yang bertekanan lebih rendah.
Perbedaan tekanan itu memperkuat aliran angin di Indonesia bagian selatan. Angin yang berembus kuat dan terus-menerus di atas permukaan laut memicu pertumbuhan gelombang.
"Potensi gelombang tinggi ini diprakirakan masih dapat terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan, kemudian secara bertahap berangsur menurun," ujar Ari.
Prakiraan Per Jam 15-18 September 2026
Meski berpotensi mencapai enam meter, tinggi gelombang tidak berada pada tingkat yang sama sepanjang hari. Prakiraan rinci BMKG untuk Selat Lombok bagian selatan pada periode 15-18 September 2026 menunjukkan gelombang berada dalam kategori tinggi.
Pada sejumlah jam, gelombang diprakirakan berada di kisaran 2,6 hingga 3,7 meter dengan hembusan angin yang dapat mendekati 29 knot. Angka enam meter merupakan potensi tertinggi dalam peringatan kawasan, sedangkan prakiraan per jam dapat berubah sesuai pembaruan data cuaca maritim BMKG.
Ambang Batas Risiko Tiap Jenis Kapal
BMKG meminta nelayan, operator kapal, pengguna jasa pelayaran, dan masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan. Kondisi angin, tinggi gelombang, serta cuaca harus diperiksa sebelum menentukan waktu dan rute perjalanan laut.
- Perahu nelayan berisiko ketika kecepatan angin melampaui 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter.
- Kapal tongkang perlu waspada saat gelombang melampaui 1,5 meter.
- Kapal feri menghadapi risiko ketika tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
- Kapal berukuran besar, termasuk kargo dan pesiar, perlu meningkatkan kewaspadaan apabila gelombang melampaui empat meter.
"Selalu pantau informasi cuaca maritim dan peringatan dini BMKG ZAM sebelum dan selama melakukan aktivitas di sekitar laut," imbau Ari.
Masyarakat juga diminta mengikuti arahan otoritas pelabuhan dan tidak memaksakan aktivitas pelayaran apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan.