Pencarian

Investasi Rp Swasta Penuh di TPA Jugil: Sampah Lombok Utara Disulap Jadi BBM, Listrik, dan Gas Tanpa Sentuh APBD

Kamis, 03 September 2026 • 21:08:01 WIB
Investasi Rp Swasta Penuh di TPA Jugil: Sampah Lombok Utara Disulap Jadi BBM, Listrik, dan Gas Tanpa Sentuh APBD
PT WASTD Dotcom berkomitmen membangun fasilitas pengolahan sampah terpadu di TPA Jugil dengan pendanaan swasta penuh.

LOMBOK UTARA — Kabar segar datang bagi penanganan sampah di Lombok Utara. PT WASTD Dotcom menyatakan komitmennya membangun fasilitas pengolahan sampah terpadu di kawasan TPA Jugil dengan pendanaan swasta penuh.

Teknologi yang ditawarkan diklaim mampu mengonversi sampah menjadi tiga produk energi sekaligus: bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan gas. Perusahaan bahkan mengaku telah membeli lahan dan mulai menyiapkan mesin sebagai bentuk keseriusan.

Investor Sudah Kantongi Lahan, Fokus pada Perizinan dan Pasokan Sampah

Direktur PT WASTD Dotcom, Parves, menegaskan pihaknya tidak meminta dukungan finansial dari pemerintah daerah. Yang dibutuhkan hanyalah kepastian regulasi dan jaminan pasokan sampah sebagai bahan baku utama.

“Kita tidak mengharapkan ada APBD sama sekali. Yang kita harapkan adalah komitmen dan dukungan pemerintah yang serius, terutama dalam perizinan dan penyediaan sampah,” jelasnya.

Langkah berikutnya, perusahaan akan menyusun dokumen lingkungan sebagai syarat awal pengurusan perizinan teknis. Namun, sejumlah detail penting belum dipaparkan dalam audiensi. Nilai investasi, kapasitas mesin, target produksi energi, hingga proyeksi dampak ekonomi masih menjadi tanda tanya.

Sampah Tak Terkelola, Pariwisata Gili Meno Terancam

Rencana investasi ini lahir dari kekhawatiran akan masa depan pariwisata, khususnya Gili Meno. Parves menilai, sampah yang dibiarkan menumpuk akan menggerus daya tarik wisata dan berujung pada gangguan iklim investasi.

“Kalau masalah sampah tidak teratasi, ini akan menjadi ancaman serius bagi pariwisata di Meno. Artinya, investasi kita juga ikut bermasalah,” kata Parves.

“Dengan menghadirkan teknologi ini, kita ingin mengatasi dua masalah sekaligus, yaitu masalah sampah dan masalah energi,” sambungnya.

Lokasi pengolahan yang ditawarkan berada dekat TPA Jugil. Kedekatan ini dinilai strategis untuk memangkas biaya pengangkutan, sekaligus membuka peluang pengolahan sampah lama melalui metode landfill mining.

Klaim Bisa Olah Semua Sampah, Pemkab Masih Kaji Teknologi

Dalam paparannya, perusahaan mengeklaim teknologinya mampu menangani berbagai jenis sampah tanpa proses pemilahan rumit. Klaim ini belum bisa dipastikan kebenarannya karena Pemkab Lombok Utara belum menerima rincian teknis maupun kajian dampak lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Husnul Ahadi, mengapresiasi inisiatif ini sebagai salah satu alternatif solusi. “Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah direncanakan pihak swasta dalam membantu Lombok Utara menangani masalah sampah,” ujarnya.

Namun, Husnul memberi catatan tegas. Audiensi tersebut belum menjadi persetujuan final. Pemkab masih mendalami sisi teknologi, kebutuhan investasi, dampak lingkungan, serta pembagian tanggung jawab antara pemerintah dan perusahaan.

Keputusan Final di Tangan Bupati Lombok Utara

Hasil pertemuan akan diteruskan kepada Bupati Lombok Utara untuk menentukan langkah selanjutnya. Seluruh aspek kerja sama—mulai mekanisme pengangkutan sampah hingga bentuk kemitraan—masih akan dibahas lebih lanjut.

“Keputusan finalnya tetap ada di Pak Bupati selaku pimpinan utama kita di KLU,” tutup Husnul.

Jika terealisasi, fasilitas ini berpotensi menjadi solusi ganda: mengurai persoalan tumpukan sampah di kawasan wisata sekaligus menambah pasokan energi. Namun, seluruh klaim teknis dan manfaat ekonomi masih menunggu pembuktian di lapangan.

Follow lensasumbawa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kicknews.today

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks